Netral English Netral Mandarin
08:33wib
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan tak mencari Perang Dingin baru dengan China. Sejumlah jaringan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di berbagai daerah menyoroti kasus-kasus dugaan kriminalisasi petani jelang Hari Tani Nasional.
IHSG Diprediksi Menguat, Ini Faktor Pendukungnya

Jumat, 06-Agustus-2021 10:03

Ilustrasi IHSG
Foto : Antara
Ilustrasi IHSG
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (6/8/2021) ini diprediksi menguat namun akan dibayangi aksi ambil untung. 

IHSG dibuka menguat 18,42 poin atau 0,3 persen ke posisi 6.223,83. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,49 poin atau 0,53 persen ke posisi 857,5. 

"IHSG pada akhir pekan ini berpeluang melanjutkan penguatan meski rawan aksi profit taking, bergerak pada rentang 6.112-6.221," tulis Tim Riset Lotus Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (6/8/2021). 

Pertumbuhan positif data ekonomi dan arus modal masuk ke dalam negeri turut menjadi sentimen positif bagi IHSG pada Rabu (5/8/2021) kemarin dan diprediksi masih akan jadi katalis positif di pasar saham. 

PDB Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif pertama setelah empat kuartal dan tumbuh diatas ekspektasi sebesar 7,07 persen (yoy) dan 3,3 persen (qoq) pada kuartal II 2021. 

Sementara, jumlah kasus harian COVID-19 di Tanah Air pada Kamis (5/8/2021) kemarin mencapai 35.764 kasus baru sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 3,56 juta kasus. 

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 masih tinggi yaitu bertambah 1.739 kasus sehingga totalnya mencapai 102.375 kasus. 

Meski demikian, sebanyak 2,94 juta orang telah dinyatakan sembuh sehingga total kasus aktif COVID-19 sehingga total kasus aktif mencapai 518.310 kasus.

Dari eksternal, bursa ekuitas AS ditutup menguat ke rekor tertinggi pada akhir perdagangan Kamis (5/8), menyusul laporan kinerja kuartal II 2021 emiten yang tumbuh positif. 

Investor merespon pernyataan Wakil Gubernur The Fed Richard Clarida yang mengantisipasi kenaikan suku bunga pada 2023 dan pengurangan stimulus atau tapering off pada akhir 2021. 

Di sisi data, neraca perdagangan AS tercatat defisit 75,7 miliar dolar AS pada Juni, di atas ekspektasi dan realisasi Mei. Sementara, klaim awal pengangguran turun menjadi 385.000 pada pekan lalu, dengan rata-rata Juli sebanyak 394.000. 

Adapun, tingkat PHK menurun ke posisi terendah dalam lebih dari 21 tahun pada bulan lalu, di tengah kekurangan tenaga kerja. 

Fokus hari ini tertuju pada rilis laporan ketenagakerjaan AS, yang dapat menjadi tolok ukur bagi The Fed untuk mulai menggeser arah kebijakan. 

Dari Eropa, bank sentral Inggris Bank of England (BoE) memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneter dengan proyeksi kenaikan inflasi dalam jangka pendek. 

Pelaku pasar mencermati hasil pertemuan penetapan kebijakan terbaru Bank Sentral Eropa (ECB), yang diperkirakan dapat meningkatkan perkiraan pertumbuhan dan inflasi, serta pengetatan kebijakan moneter. 

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 39,47 poin atau 0,14 persen ke 27.767,59, indeks Hang Seng turun 105,14 poin atau 0,4 persen ke 26.099,55, dan indeks Straits Times terkoreksi 4,37 poin atau 0,14 persen ke 3.170,73.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli