Netral English Netral Mandarin
09:02wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
IHSG Melemah, Investor Cermati Outlook Ekonomi dan Hasil RDG BI

Selasa, 21-September-2021 10:10

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia
Foto : NNC/Irawan
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada Selasa (21/9/2021) pagi terkoreksi jelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG berada di posisi turun 26,52 poin atau 0,44 persen ke posisi 6.049,79. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,99 poin atau 0,82 persen ke posisi 847,84.

"Investor wait and see outlook ekonomi dan langkah kebijakan bank sentral, jelang rilis hasil pertemuan RDG BI pada Selasa ini. IHSG berpeluang bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas pada rentang 6.046-6.103.," tulis Tim Riset Lotus Sekuritas dalam laporan riset yang dikutip Selasa ini.

Bursa ekuitas AS ditutup melemah pada perdagangan awal pekan tertekan aksi jual yang didorong oleh kekhawatiran krisis China Evergrande.

Kekhawatiran akan penularan potensi keruntuhan raksasa pengembang properti Evergrande China memicu aksi jual yang merata dan mendorong indeks dolar AS.

Fokus investor kini tertuju pada hasil pertemuan The Fed yang dapat menjadi acuan timeline kebijakan tapering.

Dari Eropa, investor menanti laporan hasil rapat kebijakan moneter Bank of England yang dijadwalkan pada pekan ini.

Di Asia, awal pekan kemarin indeks Hang Seng mencatat pelemahan terbesar secara regional (minus 3,3 persen), seiring terjadinya panic selling menyusul prospek gagal bayar utang perusahaan China Evergrande.

Kekhawatiran akan dampak potensi gagal bayar utang China Evergrande yang diperkirakan mencapai 305 miliar dolar AS (Rp 4.361 triliun) menjadi sentimen negatif.

Di sisi lain, investor juga akan mencermati pertemuan Bank of Japan yang dijadwalkan pada pekan ini, dengan ekspektasi terkait stimulus fiskal meningkat.

Seperti dilansir dari Antara, bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 567,5 poin atau 1,86 persen ke 29.932,55, indeks Hang Seng turun 56,27 poin atau 0,23 persen ke 24.042,87, dan indeks Straits Times meningkat 12,41 poin atau 0,41 persen ke 3.054,14. 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP