3
Netral English Netral Mandarin
04:08 wib
Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap selebgram Millen Cyrus usai terjaring razia di tempat hiburan malam pada Sabtu (27/2) di Jakarta Selatan dalam kondisi positif narkoba. Pemerintah resmi mengeluarkan daftar mobil yang mendapatkan keringanan PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) 0% mulai Senin (1/3) mendatang. Terdapat 21 mobil pajaknya digratiskan.
Perayaan Imlek di Tengah Pandemi, Ternyata Begini Kekhidmatannya

Sabtu, 13-Februari-2021 12:00

Perayaan Imlek di tengah pandemi.
Foto : Antara
Perayaan Imlek di tengah pandemi.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kemarin, Jumat, (12/2/2021), menandai dimulainya festival Tahun Baru Imlek selama 15 hari, ketika lentera biasanya menerangi Pecinan di seluruh negeri.

Tetapi tahun ini, lebih sedikit pengunjung yang terlihat di kuil dengan banyak orang memilih untuk berdoa di rumah bersama keluarga mereka.

Pemerintah Indonesia telah mendesak komunitas Tionghoa di negara itu untuk tinggal di rumah dan menghindari keramaian di tengah perayaan, sementara otoritas lokal telah membatasi kapasitas kuil sebagai tindakan pencegahan untuk mengekang infeksi virus corona.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, meminta komunitas Tionghoa di negara itu untuk "meredam" perayaan, dan membuatnya lebih bermakna dan aman.

"Rayakan tahun baru sesederhana mungkin bersama keluarga. Patuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, cuci tangan, menjaga jarak aman, membatasi mobilitas dan interaksi, serta menghindari keramaian," ujarnya, Kamis, (11/2/2021).

Tahun Baru Imlek membawa pesan kasih sayang dan kepedulian terhadap orang lain, tambahnya.

"Gong He Xin Xi, Wan Shi Ru Yi (Semoga berhasil dan yang terbaik!)," Kata menteri itu, menyapa komunitas Tionghoa dalam bahasa Mandarin.

Terlepas dari batasan kapasitas yang diberlakukan di kuil dan batasan lainnya, komunitas Tionghoa di negara itu masih terus melakukan sebagian besar ritual dan tradisi tahun baru Imlek. Meskipun keadaan mungkin terasa berbeda kali ini, banyak yang mencoba yang terbaik untuk menyambut "Tahun Sapi" secerah dan berwarna seperti tahun-tahun sebelumnya.

Tradisi tetap ada Meskipun pihak berwenang telah meminta masyarakat untuk "menjaga perayaan tetap sederhana dan kecil", banyak orang telah menghiasi kuil dan Pecinan dengan warna merah cerah dan ornamen Sapi untuk perayaan tahun ini.

Di Singkawang, kota di Kalimantan Barat yang terkenal dengan penduduk keturunan Tionghoa yang besar, pemerintah daerah telah menghiasi gedung perkantoran, toko, jalan, dan pintu rumah dengan ribuan lampion merah karena diyakini dapat mengusir kesialan, sekaligus menyambut. tahun baru yang sejahtera.Setidaknya lima hingga enam ribu lentera telah dipasang di setiap sudut kota sejak bulan lalu, kata penyelenggara Bun Cin Thong.

Selain lampion, penyelenggara juga memasang replika Kerbau raksasa di jalan utama kota, Sudut Beringin, serta pohon mume Prunus, atau meihua (梅花) dalam bahasa China. Pohon merupakan simbol ketangguhan dan ketekunan dalam menghadapi keterpurukan, dan bagi masyarakat Tionghoa di Singkawang, pohon melambangkan harapan masyarakat akan masa depan yang lebih baik setelah pandemi, imbuhnya.

“Kami mungkin menunda banyak acara yang menarik banyak pengunjung, tapi yang paling tidak bisa kami lakukan adalah mendekorasi kota agar semangat tetap hidup,” kata Cin Thong.

Sementara itu, warga keturunan Tionghoa di berbagai penjuru tanah air, termasuk Bogor, Dumai, dan Denpasar, mengunjungi candi sebelum malam pergantian tahun untuk membersihkan.

“Bisa dijual seharga Rp300 ribu (US $ 21,5) per kilogram,” kata Celcon sambil menegaskan bahwa mereka tidak menangkap ikan biasa, melainkan hanya ikan kelinci yang kenyang, seperti yang diminta konsumen.

"Harganya bisa melonjak lima kali lipat pada malam tahun baru," tambahnya.

Dilansir Antara, sementara itu, di banyak kelenteng, termasuk di Tangerang, Jawa Barat, terlihat sedikit rombongan orang pada hari Jumat, sembahyang dalam diam, membakar dupa, sambil memakai topeng, sesuai petunjuk dari petugas kesehatan.

Pria, wanita, tua dan muda, mengantri untuk mempersembahkan dupa kepada para dewa dan berdoa untuk kesehatan dan kekuatan karena banyak yang kehilangan teman, orang tua, dan orang yang dicintai dalam pandemi.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani