Netral English Netral Mandarin
09:31wib
Sebanyak 75,6 persen warga menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo secara umum dalam survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto minta lakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit sebesar 30-40 persen.
Masih Dilanda Tsunami Covid-19, Kok Bisa 127 WN India Masuk Indonesia? Netizen: Giliran Mudik Dilarang

Jumat, 23-April-2021 10:16

Ilustrasi situasi di India yang saat ini ketetaran menghadapi wabah corona
Foto : CNN Indonesia
Ilustrasi situasi di India yang saat ini ketetaran menghadapi wabah corona
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tak sedikit warganet geram dengan adanya berita baha seratus lebih warga negara India masuk ke Indonesia. Sementara di India sedang dilanda tsunami Covid-19. 

Pertanyaannya “kok bisa?” sementara saat ini mudik dilarang keras. Kebijakan seperti ini dipandang warganet sebagaio tak adil.

Penilaian ini seperti tercermin di akun FB Mak Lambe Turah, Jumat 23 April 2021.

MLT: “Oooh gitu ya.”

Ratmin: “Giliran warga nya sendiri d larang mudik yg jelas disono lg kena sunami corona d biarin masuk kdlm negri piye karepe jallll.”

Farihin Ahmad: “Wolah janc*k,.. bedebah…"

Ronggo Warsito: “Wedusss...”

Sebelumnya dilansir Kumparan, saat ini India tengah diterpa tsunami corona. Banyak warganya yang terpapar COVID-19 dan tewas.

Di tengah kondisi seperti itu, Indonesia justru kedatangan ratusan WN India.

Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Benget Saragih, mengatakan mereka masuk melalui Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (21/4) malam.

"127 WN India masuk ke Indonesia, pakai pesawat carter," kata Benget saat dikonfirmasi, Kamis (22/4).

Ia menuturkan WN India datang bersama 5 orang WNI. Mereka memilliki hasil swab PCR yang masih berlaku saat tiba di Indonesia.

"Dan memiliki KITAS (kartu izin tinggal sementara)" kata Benget.

Saat ini mereka tengah menjalani karantina di sebuah hotel. Pihak Kemenkes akan terus memantau kondisi mereka.

"Dikarantina 14 hari," kata Benget.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto