Netral English Netral Mandarin
16:28wib
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritik peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai pengawas keuangan negara, namun tidak ada pihak ketiga yang mengawasinya. Para ilmuwan di Afrika Selatan mendeteksi varian Covid-19 baru yang memiliki banyak mutasi. Varian ini disinyalir jadi penyebab tingginya penyebaran kasus di negara tersebut.
Indonesia Amankan Empat Vaksin COVID-19, Menkes: Kita Beruntung Bisa Dapat Duluan

Minggu, 28-Februari-2021 16:30

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.
Foto : Antara
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.
34

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersyukur pemerintah Indonesia bisa mendapatkan empat jenis vaksin COVID-19 dari negara produsennya sehingga bisa dipakai untuk memproteksi kesehatan masyarakat.

"Kita beruntung bisa dapat duluan," kata Budi dalam jumpa pers daring yang dipantau dari Jakarta, Minggu (28/2/2021).

Menurutnya, langkah Indonesia tergolong baik bisa mendapatkan empat vaksin yang tersedia. Apalagi jika mengingat banyak negara belum bisa memperolehnya.

"Vaksin pemerintah ada empat, yaitu Sinovac, AstraZeneca dari London Inggris, Pfizer Jerman-Amerika, Novavac Amerika. Empat vaksin ini masalah pada suplainya, seluruh dunia rebutan. ASEAN belum semua dapat, Australia baru dapat, Jepang baru mulai, tetangga kita belum mulai," ujarnya.

Sementara itu, Menkes Budi mengatakan untuk vaksinasi di luar pemerintah atau melalui swasta diperbolehkan selama mendapatkan legalitas keamanan dari otoritas terkait, seperti dari Badan Kesehatan Dunia WHO dan Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Ia menambahkan, selama lulus uji keamanan dari otoritas terkait, maka sebaiknya tidak ragu untuk menggunakan itu. "Pesan saya selama lulus WHO, BPOM, pakai saja. Semakin cepat semakin baik," katanya.

Kecepatan masyarakat mendapat vaksin, kata dia, dapat menekan angka kesakitan dan meninggal akibat COVID-19. Semakin ditunda maka korban akan semakin banyak berjatuhan.

"Setiap hari wafat 300 orang, sebulan 9 ribu. Kalau kita tunda setahun maka bisa 108 ribu orang wafat. Bayangkan negara-negara tetangga terlambat vaksinasi berapa manusia yang tidak bisa kita lindungi," katanya, seperti dilansir Antara

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP

Berita Terkait

Berita Rekomendasi