Netral English Netral Mandarin
09:52wib
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memastikan keamanan ibu kota negara (IKN) baru akan disiapkan semaksimal mungkin. Indonesia kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19 pada pertengahan Januari 2022.
Infeksi Varian Omicron Ditemukan di 10 Negara Eropa

Rabu, 01-December-2021 09:00

Varian Omicron
Foto : Istimewa
Varian Omicron
0

AMSTERDAM, NETRALNEWS.COM - Varian hasil mutasi terbaru Covid-19 yang pekan lalu dilaporkan Afrika Selatan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu Omicron, telah ditemukan di Belanda.

Sebelumnya, varian itu juga ditemukan di Jepang.

"Otoritas Kesehatan Belanda mengatakan, varian baru itu terdeteksi di Belanda seminggu lebih awal dari yang diyakini sebelumnya, dan pemeriksaan sedang dilakukan untuk melihat sudah seberapa jauh penyebarannya," kata Al Jazeera, Selasa (30/11/2021).

Lembaga Kesehatan dan Lingkungan Nasional (RIVM) Belanda mengaku menemukan varian Omicron pada dua sampel uji yang telah diambil di Belanda pada tanggal 19 dan 23 November.

Kasus Omicron pertama di Belanda dilaporkan pada 24 November sebanyak dua infeksi. Kedua orang yang terinfeksi baru datang dengan penerbangan dari Afrika Selatan.

Kasus kedua ditemukan pada 26 November sekaligus 14 kasus infeksi. Ke-14 orang itu juga datang dari Afrika Selatan ke Amsterdam, namun dengan dua penerbangan

Ke-16 kasus tersebut telah dilaporkan ke WHO.

Kepala Badan Kesehatan Masyarakat Uni Eropa mengatakan, saat ini 42 kasus varian Omicron telah dikonfirmasi di 10 negara Uni Eropa. Orang-orang yang terinfeksi itu menunjukkan gejala ringan, tetapi ada pula yang tanpa gejala, meskipun pada kelompok usia yang lebih muda.

“Saat ini Otoritas Uni Eropa juga sedang menganalisis enam kasus “kemungkinan” lainnya,” kata Andrea Ammon, kepala Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC), dalam konferensi online yang diselenggarakan oleh kepresidenan Uni Eropa di Slovenia.

Ia menambahkan, apakah Omicron dapat lolos dari kekebalan, pihaknya masih harus menunggu sampai dilakukan pemeriksaan di laboratorium dengan serum dari orang yang sudah sembuh.

“Hasilnya diharapkan sudah ada dalam beberapa minggu,” katanya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani

Berita Terkait

Berita Rekomendasi