Netral English Netral Mandarin
02:26wib
Lebih dari 4.300 orang telah meninggal dunia akibat "jamur hitam" di India yang umumnya menyerang pasien-pasien Covid-19. Gojek, Grab, dan ShopeeFood membantah terlibat dalam seruan aksi demo nasinonal Jokowi End Game yang berlangsung hari ini.
Infra Sebut Kepala BPKD DKI Bohong Soal Peti Jenazah Korban Covid-19 Diangkut Pakai Truk

Sabtu, 03-Juli-2021 09:00

Truk Pengangkut Jenazah.
Foto : Istimewa
Truk Pengangkut Jenazah.
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Direktur Eksekutif Indonesia For Transparency and Accountability (Infra) Agus Chaerudin mengungkap kalau pernyataan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Edi Sumantri dalam rapat dengan Komisi C DPRD DKI Jakarta pada tanggal 23 Juni 2021 lalu adalah bohong alias hoaks.

Dalam rapat tersebut Edi mengatakan bahwa petugas ambulans kewalahan mengangkut peti jenazah korban Covid-19, sehingga peti-peti itu diangkut pakai truk.

"Apa yang disampaikan kepala BPKD itu tidak benar, itu hoax,” tegas Agus dalam forum group discussion (FGD) bertajuk "Sengkarut Data Asset DKI & Penanganan Covid19 Pemprov DKI" di salah satu hotel di kawasan Cideng, Jakarta Pusat, Jumat (2/7/2021).

Ia memastikan hal itu karena berdasarkan hasil investigasi Infra diketahui kalau pada tanggal 23 Juni 2021, juga pada tanggal 21 dan 22 Juni 2021 tidak ada peti jenazah yang diangkut dengan truk ke tempat pemakaman Covid-19 di Rorotan, Jakarta Utara, maupun di Bambu Apus, Jakarta Timur.

Hal itu diketahui berdasarkan keterangan petugas pengamanan dalam, petugas penggali kubur dan Ormas yang ikut membantu melakukan pengamanan di kedua tempat pemakaman tersebut.

Dari video yang dibagikan Agus kepada wartawan, orang-orang yang ditanyai tersebut memang mengatakan tak ada peti jenazah yang dibawa dengan truk pada tanggal 21-23 Juni 2021.

"Yang kami temukan dari investigasi kami adalah bahwa penggunaan truk untuk mengangkut peti mati terjadi dalam simulasi yang dilakukan di kantor Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI di Jalan KS Tubun, Tanah Abang, Jakarta Pusat," katanya.

Selain hal tersebut, Agus juga mengatakan kalau dari hasil wawancaranya dengan petugas ambulans gawat darurat (AGD) di DKI, juga dengan petugas ambulans pengangkut jenazah, didapat informasi kalau jumlah ambulans masih cukup karena meski di Jakarta terjadi lonjakan tajam kasus Corona, namun angka kematian kasus itu tidak ikut meningkat.

“Mereka juga bilang belum pernah ada pengangkutan peti mati korban Covid-19 dengan truk,” katanya.

Agus mengaku curiga kalau isu yang dihembuskan Edi Sumantri itu memiliki tujuan tertentu, karena ia mendapat informasi bahwa dalam APBD Perubahan 2021 dan APBD 2022 akan ada usulan pembelian ambulans baru.

“Jadi, isu bohong ini sepertinya sengaja dihembuskan sebagai upaya penggiringan opini bahwa DKI kekurangan ambulans, sehingga pada APBD Perubahan 2021 dan APBD 2022 DKI melakukan pengadaan ambulans baru,” katanya.

Agus meminta Inspektorat memeriksa Edi dan memecatnya jika terbukti benar menyebar hoaks, karena tindakannya itu dapat kesan kalau Gubernur Anies Baswedan tidak antisipatif atas terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta, sehingga sampai kekurangan ambulans

Hingga berita ditulis, belum didapat konfirmasi dari Edi, namun Pengamat Kebijakan Publik Amir Hamzah mengatakan, apa yang disampaikan Agus itu bisa jadi benar, karena saat Dinas Pertamanan dan Hutan Kota melakukan simulasi, truk digunakan untuk mengangkut peti mati.

Amir pun mengatakan sangat menyesalkan jika sinyalemen Agus benar bahwa apa yang dikatakan Edi adalah kebohongan untuk menggiring opini demi pengadaan ambulans baru.

"Seharusnya kalau memang itu tujuannya, usulkan saja ke TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) DKI dengan disertai naskah akademiknya,” kata dia.

Amir pun meminta kepada TAPD agar mencoret usulan pengadaan ambulans tersebut, jika usulan itu memang telah disampaikan oleh BPKD atau SKPD terkait seperti Dinas Kesehatan atau Dinas Pertamanan dan Hutan Kota.

Seperti diketahui, informasi tentang pengangkutan peti jenazah korban Covid-19 berawal dari foto yang beredar di media sosial pada 22 Juni, namun kala itu langsung dibantah oleh Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Suzi Marsitawati.

"(Itu) simulas. Jadi, tidak benar (mengangkut jenazah dengan truk)," katanya melalui pesan singkat kepada wartawan. 

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Widita Fembrian