Netral English Netral Mandarin
11:50wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Ingat! 5 Agustus Puluhan Ribu Buruh Unjuk Rasa, Netizen: Kapan Majunya kalau Mudah Terprovokasi?

Selasa, 27-Juli-2021 10:37

Ilustrasi demo buruh
Foto : Sukabumi Update
Ilustrasi demo buruh
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bakal melakukan aksi demo turun ke jalan pada 5 Agustus 2021 mendatang.

Sontak hal itu membuat warganet bereaksi keras. Di akun FB Mak Lambe Turah, Selasa 27 Juli 2021, netizen memprotes apa yang mau dilakukan KSPI. 

MLT: “MULAAAAAAIKKKKKKK.”

Bibi Ttia Niq: “Kapan majunya indonesia.klo rakyatnya mudah terprovokasi.pinter dikit ngapa?”

Edi Syahputra: “Padahal kalo sudah menyerah terus mau mati,jgn pake ngajak org lain ikut mati....minum racun aja sendiri di rumah,ga usah demo...bikin repot org.”

Susan Candrawijaya: “Lha katanya byk yg mati terpapar virus corona,,, mlh demo? Somplak!!”

Untuk diketahui, Presiden KSPI menyakan pada 5 Agustus, puluhan ribu buruh di Indonesia siap unjuk rasa mogok kerja. 

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, pada 5 Agustus 2021 mendatang, puluhan ribu buruh atau pekerja di ribuan pabrik di 24 provinsi akan melakukan unjuk rasa (unras) mogok kerja dengan mengibarkan bendera putih di ribuan pabrik.

Hal itu, sebut Said Iqbal, sebagai bentuk pekerja dan buruh menyerah dalam menghadapi hantaman selama pandemi Covid-19.

“Buruh akan mengibarkan bendera putih di luar pabrik tempatnya bekerja, karena kaum buruh menyerah dengan banyaknya buruh yang sudah meninggal dan terpapar Covid-19,” ungkap Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Senin 26 Juli 2021.

Seperti dilansir dari wartapembaruan.co.id, Said Iqbal juga mengatakan, puluhan ribu buruh menyerah lantaran sudah berulang-ulang berteriak agar perusahaan di tempatnya bekerja mengatur jam bergilir di situasi pandemi Covid-19.

Ia juga mengatakan, buruh dan pekerja sudah berulang-ulang berteriak agar yang isolasi mandiri (isoman) diberikan vitamin dan obat-obatan gratis melalui jaringan BPJS Kesehatan.

“Berulang-ulang teriak jangan ada PHK, berulang-ulang berteriak jangan dirumahkan dengan memotong gaji,” tegas Said Iqbal.

Selain itu, ia mengatakan jika pihaknya berulang-ulang berteriak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja merugikan buruh.

“Bendera putih akan kita kibarkan dan akan memasang spanduk dengan tiga tuntutan, selamatkan nyawa buruh dan rakyat, cegah penularan Covid-19 dan cegah ledakan PHK,” imbuh Said Iqbal.

Said Iqbal juga menjelaskan, dalam unjuk rasa mogok kerja tersebut para buruh dan pekerja dengan tegas meminta agar pemerintah membatalkan Undang-undang Cipta Kerja.

Said Iqbal menjamin, gelaran unjuk rasa mogok kerja itu akan dilaksanakan dengan mematuhi aturan 5M, yaitu menjaga protokol kesehatan, menjaga jarak, memakai masker, menyiapkan hand sanitizer, dan menjaga tidak akan ada kerumunan.

“Gelaran unras mogok kerja ini akan dilakukan di luar area produksi, tapi tetap dilaksanakan di lingkungan pabrik dan diikuti puluhan ribu buruh dari seluruh Indonesia di 24 provinsi, serta di seribu pabrik pada tanggal 5 Agustus 2021,” kata Said Iqbal.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli