3
Netral English Netral Mandarin
11:34 wib
Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan korupsi Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dalam sejumlah proyek infrastruktur lainnya di Sulsel. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan program vaksinasi mandiri atau gotong royong tidak ditujukan untuk komersil.
Ingatkan Fatwa MUI, Tengku Zul: Masih Mau Jadi Buzzer? Nggak Malu?

Senin, 15-Februari-2021 19:00

Eks wasekjen MUI Tengku Zulkarnain.
Foto : PA 212
Eks wasekjen MUI Tengku Zulkarnain.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Penceramah Ustaz Tengku Zulkarnain di akun Twitternya, mengunggah artikel dari salah satu media daring yang memberitakan soal fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai aktivitas pendengung atau buzzer di media sosial (medsos).

"Fatwa MUI: Buzzer Pekerjaan Haram, Termasuk yang Menyuruh, Membantu dan Memanfaatkan Jasanya," tulis Tengku Zul sebagaimana judul artikel yang diunggahnya, Senin (15/2/2021).

Dengan fatwa itu, mantan Wasekjen MUI ini lantas mengingatkan sekaligus melontarkan pertanyaan sindiran kepada para buzzer.

"Masih Mau Jadi Buzzer?. Fatwa MUI mengharamkan pekerjaan Buzzer, Termasuk Menyuruh, Membantu, dan Memanfaatkannya...Nggak Malu...?" cuit @ustadtengkuzul.

Seperti diberitakan, MUI menerbitkan fatwa Nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial. Dalam fatwa itu, diatur mengenai hukum aktivitas buzzer di media sosial.

Salah satu poin dalam fatwa tersebut menyatakan aktivitas buzzer diharamkan jika menyebarkan informasi kabar bohong (hoaks), fitnah, perundungan, aib, gosip, dan hal-hal lain sejenis untuk memperoleh keuntungan. Pihak yang mendukung atau memfasilitasi juga diharamkan.

"Aktivitas buzzer di media sosial yang menjadikan penyediaan informasi berisi hoax, ghibah, fitnah, namimah, bullying, aib, gosip, dan hal-hal lain sejenis sebagai profesi untuk memperoleh keuntungan, baik ekonomi maupun non-ekonomi, hukumnya haram. Demikian juga orang yang menyuruh, mendukung, membantu, memanfaatkan jasa dan orang yang memfasilitasinya," bunyi fatwa MUI itu.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani