Netral English Netral Mandarin
17:34wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Ingatlah Pesan Anies! Geisz Chalifah: Jauhi Isu Sara! Republik Ini Tidak Didirikan untuk Melindungi Minoritas Tidak Juga Mayoritas

Senin, 16-Agustus-2021 09:10

Geisz Chalifah dan Anies Baswedan
Foto : Kolase Netralnews
Geisz Chalifah dan Anies Baswedan
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komisaris Ancol, Geisz Chalifah mengajak publik ingat akan pesan Anies Baswedan agar menjauhi Sara.

Pesan tersebut seperti diungkap melalui akun Twitternya. Geisz Chalifah mengunggah video pesan Anies dengan mencuit:

“Anies 8aswedan: Jauhi Isu Sara. Republik ini tidak didirikan utk melindungi minoritas tidak juga utk mayoritas. Republik ini didirikan utk melindungi setiap warga negara,” kata Geisz Chalfah, Senin 16 Agustus 2021.

Untuk diketahui, Gubernur DKI Jakarta, sebelumnya Anies Baswedan mengimbau masyarakat Indonesia untuk senantiasa menjauhi isu yang berbau SARA.

“Jauhi isu SARA,” ucap Anies Baswedan melalui rekaman suara yang diunggah di akun Twitter Geisz Chalifah, seperti dikutip Galamedia, Minggu, 15 Agustus 2021.

Pasalnya, lanjut Anies Baswedan, Indonesia tidak didirikan untuk melindungi kaum minoritas ataupun kaum mayoritas.

“Saya selalu mengatakan negeri ini, republik ini tidak didirikan untuk melindungi kaum minoritas. Tidak juga dibuat untuk melindungi kaum mayoritas,” kata Anies Baswedan.

Melainkan, menurutnya, Indonesia didirikan untuk melindungi setiap warga negara.

“Republik ini dibentuk untuk melindungi setiap warga negara tanpa melihat minoritas atau mayoritas,” terangnya.

Maka dari itu, Anies Baswedan mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak menonjolkan sisi keminoritasan atau kemayoritasan mereka.

“Ini yang harus kita tunjukkan. Karenanya jangan menonjolkan keminoritasan, tapi juga jangan menonjolkan kemayoritasan,” ujar Anies Baswedan.

“Dua-duanya bisa jadi masalah. Yang satu mendorong keminoritasan. Yang satu lagi mendorong kemayoritasan. Ini selesai,” sambungnya.

Terlebih, sambung Anies Baswedan, para pendiri bangsa Indonesia tidak pernah menggunakan kata minoritas ataupun mayoritas.

“Para pendiri republik tidak pernah menggunakan kata minoritas mayoritas. Jadi saya justru ingin mengatakan label-label itu semua sudah lewat. Kita lihat Indonesia ke depan,” pungkasnya. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli