Netral English Netral Mandarin
22:20wib
Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (PP) Arif Rahman mengatakan pihaknya tidak pernah didatangi oleh Kapolda atau Kapolres yang baru dilantik di daerah. Baca artikel CNN In Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Ahmad Riza Patria memastikan tidak akan menghadiri kegiatan Reuni 212.
Ingin Tulang Anda Tetap Kust di Masa Tua, Silakan Lakukan Ini

Kamis, 21-Oktober-2021 02:00

Perempuan lebih banyak terserang osteoporosis.
Foto : Osteo
Perempuan lebih banyak terserang osteoporosis.
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Koordinator Subdirektorat Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolik Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI, dr. Lily Banonah Rivai, M.Epid, mengatakan kesadaran dan pencegahan terkait osteoporosis penting untuk dimulai sejak dini.

"Menjaga kesehatan tulang merupakan sebuah perjalanan panjang yang membutuhkan komitmen sejak dini," kata dr. Lily dalam siaran persnya, Rabu, (20/10/2021).

"Seiring dengan bertambahnya usia, tulang-tulang juga akan berkurang kekuatan dan kepadatannya, sehingga memang lebih berisiko kepada lansia. Tapi, kita harus memiliki kesadaran sejak dini," imbuhnya.

Lebih lanjut, dr. Lily membagikan sejumlah hal yang bisa dilakukan masyarakat untuk memperkecil risiko osteoporosis, yang ternyata banyak menyerang kaum wanita tersebut.

Pertama, adalah menjalani gaya hidup sehat, aktif, dan terpapar sinar matahari. "Aktivitas fisik yang baik dan benar, diiringi dengan pengetahuan tentang nutrisi untuk meningkatkan kekuatan tulang dan menurunkan risiko patah tulang," papar dia.

Selanjutnya, adalah mengkonsumsi nutrisi seimbang yang meliputi kalsium, protein, kolagen, dan vitamin D. dr. Lily mengatakan, nutrisi tersebut bisa didapatkan melalui susu, kacang kedelai, hingga sinar matahari -- yang di mana semua hal tersebut bisa didapatkan di Indonesia.

dr. Lily menambahkan, hal yang tak kalah penting adalah sinergi dari berbagai pihak untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya kesehatan tulang.

"Kolaborasi berbagai pihak baik pemerintah, asosiasi profesional, swasta, komunitas dan media, dalam mengedukasi masyarakat," kata dia.

"Misalnya seperti Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI), Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (PERWATUSI), dan berbagai pihak yang giat menggalakkan dan memasyarakatkan pengendalian osteoporosis baik di pusat dan daerah," ujarnya menambahkan.

Osteoporosis sendiri masuk ke dalam kelompok penyakit tidak menular. Pemerintah melalui Kemenkes memiliki kebijakan dan program pencegahan dan pengendalian penyakit di kelompok tersebut.

"Mulai dari promosi kesehatan yang meliputi edukasi, informasi dan penyuluhan yang kemudian berimbas ke masyarakat yang semakin peduli atau increasing awareness. Selanjutnya adalah deteksi dini yang berimbas ke penemuan dini, lalu ke penanganan kasus. Langkah-langkah ini juga didukung oleh Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)," jelas dr. Lily.

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi