Netral English Netral Mandarin
03:49wib
Hampir seluruh negara di dunia meningkatkan pembatasan Covid-19 ketika kasus varian Delta melonjak, yang tidak sedikit orang menentangnya. Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa bahu-membahu berupaya melawan pandemi Covid-19.
Ini 8 Atlet yang Meninggal Dunia karena Serangan Jantung

Selasa, 15-Juni-2021 12:00

Ricky Yacoby
Foto : Bola
Ricky Yacoby
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kabar duka datang dari dunia olahraga Indonesia, pasalnya Pebulutangkis Markis Kido meninggal dunia. Dia diketahui meninggal dunia akibat serangan jantung, saat main bulutangkis di Tangerang. 

Ternyata tidak hanya Markis Kido, diketahui ada pula atlet-atlet yang meninggal dunia akibat serangan jantung. 

Berikut ini delapan atlet hasil rangkuman Netralnews, yang diketahui meninggal dunia akibat serangan jantung: 

1. Markis Kido

Markis Kido merupakan seorang pebulutangkis asal Indonesia. Dia adalah kakak kandung dari Bona Septano dan Pia Zebadiah Bernadet yang juga penghuni Pelatnas Cipayung.

Kido, sapaannya meninggal dunia di usia 36 tahun di GOR Tangerang saat bermain bulu tangkis, Senin (14/6/2021) malam.

Kido bersama pasangannya Hendra Setiawan berhasil meraih juara dunia tahun 2007 dan meraih medali emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade Beijing 2008 untuk cabang bulu tangkis ganda putra. 

2. Ricky Yacobi

Ricky Yacobi merupakan seorang mantan atlet pesepakbola yang juga sempat dikabarkan meninggal karena serangan jantung. Dia menghembuskan napas terakhir pada November 2020 lalu saat sedang bermain sepakbola. 

Mantan pesepakbola kelahiran 21 Maret 1963 itu disebut sempat mencetak gol. Setelahnya Ricky terjatuh, pingsan, dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Mintoharjo.

3. Eri Irianto

Ada pula Pesepakbola Eri Irianto yang meninggal dunia di saat usianya masih terbilang muda, yakni 26 tahun. 

Pada pertandingan Persebaya Surabaya melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora 10 Nopember, tanggal 3 April 2000, Eri bertabrakan dengan pemain PSIM asal Gabon, Samson Noujine Kinga. 

Eri sempat pingsan dan dilarikan ke rumah sakit, namun malamnya dinyatakan meninggal karena serangan jantung di Rumah Sakit Dokter Soetomo.

4. Akhmad Sukran Jamjani 

Ada pula Atlet Loncat Indah Putra Indonesia, Akhmad Sukran Jamjami, meninggal dunia pada usia 36 tahun karena serangan jantung pada Minggu (22/7/2018).

Dia merupakan salah satu atlet loncat indah senior yang dimiliki Indonesia. Pria kelahiran 18 Juni 1982 itu tercatat sudah dua kali tampil di SEA Games dan turut menyumbangkan medali untuk Indonesia.

5. Marc-Vivien Foé

Marc-Vivien Foé merupakan seorang pemain sepak bola berkebangsaan Kamerun. Dia meninggal dunia pada tahun 2003 akibat serangan jantung saat bermain di Piala Konfederasi melawan Kolombia.

Dia memulai kariernya di klub Union Garoua. Di timnas Kamerun, dia main 64 kali dan mencetak 6 gol. 

6. Antonio Puerta

Antonio José Puerta Pérez merupakan seorang pemain sepak bola berkebangsaan Spanyol. 

Dia meninggal dunia pada 28 Agustus 2007 setelah mengalami henti jantung saat melawan Getafe CF dalam partai pembuka La Liga musim 2007-08.  Dia bermain untuk Sevilla FC di La Liga. Dia bermain di klub itu sejak tahun 2004 hingga 2007. 

7. Davide Astori

Davide Astori adalah seorang pemain sepak bola berkewarganegaraan Italia. Dia meninggal dunia di sebuah kamar hotel di Italia pada 2019 lalu akibat serangan jantung.

Dia bermain untuk klub Fiorentina sebagai pemain pinjaman dari Cagliari biasa bermain pada posisi bek. Astori memulai karier juniornya di klub Pontisola dan Milan kemudian memulai karier seniornya di klub tersebut. 

8. Cheick Ismaël Tioté

Ada pula Pesepakbola Cheick Ismaël Tioté kelahiran Yamoussoukro dan meninggal di Beijing pada 2017 lalu. Dia dinyatakan menghembuskan napas terakhir pada usua 30 tahun.  

Dia dikenal pemain sepabola dengan posisi sebagai gelandang bertahan. Dia jyga beberapa kali tampil mewakili Tim Nasional Pantai Gading. Sayang, dia meninggal dunia karena serangan jantung saat latihan bersama klub terakhirnya, Beijing Enterprises.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani