Netral English Netral Mandarin
00:39wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Ini Alasan Ilmiah Hasil Swab Antigen yang Dilakukan Seorang Satpam dengan Air Kran Bisa Positif

Selasa, 27-Juli-2021 10:40

Ilustrasi tes swab antigen.
Foto : gov.uk
Ilustrasi tes swab antigen.
29

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Baru-baru ini viral di media sosial, aksi seorang satpam yang melakukan Swab Antigen dengan air kran. Menghebohkan, karena hasil tes Covid-19 dengan air tersebut hasilnya adalah positif. 

Lantas, mengapa hasil Swab Antigen dengan air kran bisa positif Covid-19? 

Mengetahui hal ini, Health Educator dr RA Adaninggar SpPD turut angkat bicara. Dia menegaskan bahwa air kran dicovidkan adalah hoax. Alasannya karena terjadi kesalahan teknik penggunaan Swab Antigen. 

“Masing-masing alat pemeriksaan memiliki insturksi cara pemakaian. Bila pemeriksaan dilakukan tidak sesuai dengan instruksi, maka hasil bisa positif palsu atau negatif palsu atau tidak valid,” tegas dia, dikutip dari infografis yang dia bagikan di Instagramnya, Selasa (27/7/2021).

Menurut keterangan WHO dan FDA, kit pemeriksaan Swab Antigen didesain untuk memeriksa antigen SARS CoV2 dari spesimen swab nasofaring. Swab Antigen harus dilakukan dan diinterpretasi oleh tenaga profesional terlatih. 

“Pada kedua kasus, pemeriksaan Swab Antigen tidak menggunakan sampel swab nasofaring dan tidak dilakukan dan diinterpretasi oleh tenaga profesional terlatih. Maka hasilnya tidak valid,” kata dia. 

Lebih lanjut dijelaskan bahwa lateral flow kit yang ada di dalam alat Swab Antigen, didesain sangat kompleks dan sensitif khusus mendeteksi protein virus. Kertas deteksinya, membran nitroselulosa sifatnya sangat rapuh.

“Bila sampel yang dimasukkan bukan hasil swab nasofaring, maka membran akan rusak dan hasilnya bisa positif palsu,” tegas dia.

Dia umpamakan, itu seperti memasukkan minyak jelantah ke tangki motor yang seharusnya bensin. Mungkin motor bisa jalan sebentar tetapi mesin akan rusak.

Mengganti sampel pemeriksaan yang tidak sesuai aturan pemakaian juga pernah diuji pada penggunaan rapid tes malaria. Sampel darah digantikan air keran, hasilnya bisa false positive, karena ada perbedaan buffer PH dan kekuatan ion.

Digarisbawahi bahwa setiap alat memiliki instruksi cara pemakaian. Bahkan memasak mie instan pun ada instruksinya tersendiri. 

“Kalau Anda lakukan tidak sesuai instruksi, ya jelas bisa salah hasilnya. Bahkan mi instan kalau Anda masak dengan membekukan di lemari es, ya jadinya es mi, bukan mi goreng atau mi rebus,” tegas dia. 

Dia juga imbau masyarakat untuk meningkatkan literasi dan jangan mudah dibodohi oleh hoax. Apalagi hoax serupa pernah terjadi, seperti melakukan Swab Antigen pada sambal cireng dan selai apel. 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP