Netral English Netral Mandarin
05:24wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Ini Alasan Makan Jengkol Bisa Sebabkan 'Jengkolan', Gejala, Hingga Cara Mengatasinya

Rabu, 04-Agustus-2021 11:45

Hidangan jengkol.
Foto : Sedap.
Hidangan jengkol.
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Apakah Anda gemar makan jengkol? Atau Anda takut makan jengkol karena khawatir alami "jengkolan"? 

Prof Dr dr Zubairi Djoerban SpPD-KHOM mengatakan, jengkol memang dianggap bisa mengangkat nafsu makan. Namun, makan jengkol juga berisiko. Sebab, jengkol mengandung asam jengkolat yang mudah mengkristal. 

"Sehingga hal itu dapat mengakibatkan terbentuknya kristal jengkolat di ginjal sehingga menyumbat aliran air kencing," kata Prof Zubairi, dikutip dari cuitannya, Rabu (4/8/2021).

Baca Juga :

Profesor yang juga merupakan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjelaskan, risiko jengkolan tidak tergantung banyaknya jengkol yang dikonsumsi. Tapi tergantung pada kerentanan tubuh seseorang. 

"Orang yang rentan, mengonsumsi sedikit jengkol saja, maka dapat menyebabkan terjadinya jengkolan," kata dia.

Sampai saat ini belum jelas diketahui, apa yang memengaruhi kerentanan seseorang terhadap asam jengkolat. Tapi diduga akibat faktor genetik dan lingkungan. 

"Yang jelas, jengkol yang tua itu mengandung lebih banyak asam jengkolat ketimbang jengkol muda," tegas Prof Zubairi.

Baca Juga :

Adapun gejala jengkolan meliputi sakit perut yang amat sakit (kram), sangat nyeri ketika buang air kecil, urin sedikit dan sering mengandung darah. Pada kasus berat, urine bisa tidak keluar sama sekali.

Untuk mengatasi jengkolan, seseorang harus diberi air soda. Diharapkan sifat basa dari air soda dapat menetralisir asam jengkolat. 

Selain itu, minum air putih dalam jumlah banyak juga baik. Tujuannya agar kristal jengkolat larut dan keluar bersama urine.

Selain itu, gejala ringan jengkolat juga harus diwaspadai. Jika penyumbatan air kencing terjadi terus menerus, maka akan berbahaya bagi ginjal. 

Aliran urine yang tidak lancar mempermudah terjadinya infeksi saluran kemih dan pembengkakan ginjal yang akhirnya berisiko gagal ginjal. Jika infeksi berlangsung lama, maka dapat menimbulkan kerusakan permanen pada ginjal. 

Selain itu diimbau Prof Zubairi untuk banyak membaca informasi dan berkomunikasi dengan dokter.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani