Netral English Netral Mandarin
21:09wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Ini Alasan Pasien Covid-19 Banyak yang Meninggal saat Isolasi Mandiri

Jumat, 16-Juli-2021 20:40

Pakar beri penjelasan alasan isoman bisa meninggal.
Foto : Coronavirus
Pakar beri penjelasan alasan isoman bisa meninggal.
43

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Satgas Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban angkat bicara terkait kasus pasien Covid-19 Isolasi Mandiri (Isoman) banyak yang meninggal.

Prof Zubairi tegaskan, keadaan itu terjadi karena banyak pasien dengan keluhan berat yang tidak bisa masuk ke rumah sakit. Artinya, tidak 100 persen pasien Covid-19 sebenarnya boleh Isoman begitu saja.

"Jawaban saya clear. Karena banyak pasien dengan keluhan berat tidak bisa masuk ke rumah sakit," tegas Prof Zubairi, dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat (16/7/2021).

Dijelaskan Prof Zubairi, pasien Covid-19 yang boleh Isoman itu adalah mereka yang rontgen parunya normal dan saturasi oksigennya tidak menurun. 

"Jadi, perlukah orang yang isolasi mandiri itu di-rontgen? Ya perlu. Sebab, kalau ditemukan pneumonia pada dirinya, maka perawatannya akan beda total," tegas Prof Zubairi.

Lebih lanjut Prof Zubairi jelaskan, apabila ada yang sedang berstatus positif Covid-19 dan sedang Isoman di rumah, penting untuk memeriksa tingkat saturasi oksigen secara berkala. 

Diimbau untuk pantau saturasi oksigen setiap enam jam, tetapi upayakan tetap tenang. Alasannya, kecemasan justru akan meningkatkan denyut nadi.

Untuk memantau saturasi oksigen,  maka diperlukan alat yang bernama oksimeter. Alat ini amat krusial bagi mereka yang sedang Isoman.

"Tidak usah beli jam tangan Apple seri terbaru atau apa, oksimeter yang harganya terjangkau juga ada banyak di pasaran," kata Prof Zubairi.

Setelah memeriksa dengan oksimeter, catat saturasi tersebut, termasuk gejala yang dialami secara rutin. Hal ini penting, karena setiap penurunan saturasi yang konsisten akan mengharuskan pasien mendapat perawatan medis darurat.

Berikut acuan tingkat saturasi oksigen: 

-Ideal: 100 persen

- Cukup meyakinkan: > 98 persen

- Tidak mengkhawatirkan: 95-97 persen

- Segera hubungi dokter atau petugas medis:  < 94>

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani