Netral English Netral Mandarin
01:15wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Ini Alasan Pemkot Tutup Pabrik Pengolahan Bulu Ayam di Medan

Minggu, 15-Agustus-2021 09:03

Sejumlah petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan menyegel lokasi pabrik di KIM I, Medan, Jumat (13/8/2021).
Foto : Antara
Sejumlah petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan menyegel lokasi pabrik di KIM I, Medan, Jumat (13/8/2021).
20

MEDAN, NETRALNEWS.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Medan, Sumatera Utara, menutup pabrik pengolahan bulu ayam menjadi pakan ternak, karena warga resah akibat menghirup udara busuk menyengat.

"Instruksi pak Wali Kota, PT API (Anugerah Prima Indonesia) kita segel. Masyarakat resah akibat timbulkan bau busuk menyengat," ucap Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman di Medan, Sabtu (14/8/2021).

Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, terang dia, turun langsung menyegel perusahaan yang berlokasi di Kawasan Industri Medan (KIM) I, Kelurahan Mabar, Medan Deli, Jumat (13/8/2021).

Baca Juga :

Wakil Wali Kota juga mengatakan, Pemkot Medan telah memperingatkan PT API berulang kali agar memperhatikan, dan mengkaji kembali dampak polusi udara.

"Kita peringatkan, tapi manajemen pabrik membandel dan tak ada respon. Kita tidak melarang orang usaha, tapi perhatikan lingkungan sekitar. Baunya luar biasa, pakai masker juga tembus," katanya. 

Baca Juga :

"Kalau perusahaan mau buka, harus ada penelitian kajian hasil dan analisis konsultan. Jika melanggar aturan, izinnya kita cabut," tegas Aulia.

Ketegasan Pemko Medan itu mendapat sambutan hangat dari warga sekitar.

Baca Juga :

Rubiah, warga sekitar lokasi pabrik menyambut baik atas ketegasan Pemkot Medan, karena sudah turun langsung ke lokasi PT API dan menyegel pabrik. 

"Keluhan kami warga di sini akhirnya terjawab. Terus terang, kami engak tahan. Baunya sangat menyengat, sesak dada ini," katanya.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli