Netral English Netral Mandarin
08:53wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memutuskan hanya membuka akses enam pintu masuk kedatangan perjalanan internasional untuk WNI. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengatakan ada kemungkinan turis mancanegara bisa kembali mengunjungi Indonesia pada 2022 mendatang.
Ini Keindahan Masjid Tsunami Aceh

Minggu, 02-Mei-2021 22:00

Masjid Tsunami Aceh paling banyak dikunjungi wisatawan.
Foto : Antara
Masjid Tsunami Aceh paling banyak dikunjungi wisatawan.
16

ACEH BESAR, NETRALNEWS.COM - Berwisata religi tak lengkap jika Anda tak datang ke masjid-masjid yang ada di Aceh, termasuk Masjid Tsunami. 

Masjid Rahmatullah tetap berdiri kokoh meski seluruh wilayah disekitarnya hancur dihantam gelombang tsunami pada 2004, hanya sebagian sisi masjid yang rusak. 

Sementara itu, Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh salah satu destinasi wisata religi favorit wisatawan di Kota Banda Aceh. Masjid bersejarah ini bukan hanya ikon Serambi Mekkah, tapi juga simbol perjuangan dan penyebaran Islam di Indonesia hingga semenjung Asia Tenggara.

Dengan latar belakang sejarah itu, wajar kalau keberadaan masjid ini mengundang banyak perhatian masyarakat dunia yang ingin mengetahui sejarah Aceh maupun perkembangan Islam di Nusantara.

Masjid dibangun sejak abad 17 ini selama ini ramai dikunjungi wisatawan baik dalam maupun luar negeri. Terutama dari Malaysia. Bagi warga negeri Jiran yang berkunjung ke Aceh, mereka serasa wajib datang dulu ke Masjid Baiturrahman. 

Dengan pembangunan lanskap, infrasruktur serta perluasan area masjid yang sudah dimulai dari kemarin, diharapkan akan semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Masjid Baiturrahman pada masa mendatang.

Menurutnya pembangunan tersebut bagian dari memperkuat keberadaan Masjid Baiturrahman sehingga ke depan menjadi pusat pengembangan Islam di Indonesia.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengunjungi Masjid Rahmatullah di pesisir Pantai Lampuuk, Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar dalam kunjungan kerjanya ke Aceh, Minggu, (2/5/2021).  

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga yang datang bersama istrinya Nur Asia menjelaskan bahwa Masjid Rahmatullah merupakan destinasi wisata berbasis sejarah, wisata religi yang masuk dalam konsep pariwisata untuk mengingatkan kepada kebesaran Allah SWT.

Bangunan masjid tetap kokoh meski dihantam gelombang tsunami pada 2004 silam di Tanah Rencong.  "Hari ini kita melihat Masjid Rahmatullah yang merupakan saksi dari kebesaran Allah," kata Sandiaga Uno.

Menurut Sandiaga, Masjid Rahmatullah merupakan bukti yang diperlihatkan Allah SWT atas kebesaran-Nya dalam peristiwa tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004 lalu.

"Dimana saat itu meluluhlantakkan seluruh desa Lampuuk ini, dan Masjid Rahmatullah ini satu-satunya kokoh berdiri," kata Sandiaga Uno.


Menparekraf Sandiaga mengatakan pihaknya akan mengkaji Destination Management Organization (DMO) untuk mengembangkan potensi pariwisata dengan mengangkat isu manajemen krisis pariwisata atau tourism crisis and disaster management dalam meminimalisasi kerugian akibat bencana alam.

"Jadi Masjid Rahmatullah ini menjadi potensi yang sangat luar biasa. Sejarah yang seperti ini jangan sampai terlupakan, jangan sampai kita melupakan tsunami 2004 silam," katanya.

Menurut Sandiaga, masyarakat setempat setiap tahun menggelar peringatan tsunami di lokasi wisata religi tersebut. Ia juga meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Aceh untuk terus mengemas kegiatan peringatan setiap tahunnya agar semakin baik.

"Jadi sebagai potensi, tentunya pengingat kita, daya tarik destinasi wisata religi berbasis sejarah yang kita harapkan juga akan membuka peluang untuk kepulihan pariwisata kita dan kebangkitan ekonomi kita," katanya.

Selain ke Masjid Rahmatullah, Sandiaga juga telah mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Kota Sabang, mulai dari kilometer nol Indonesia, Pantai Iboih, Teupin Leyeu dan beberapa spot wisata lainnya.

Sandiaga menambahkan kunjungan kerja pertamanya sejak menjadi Menparekraf ke Aceh itu dalam upaya membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan panduan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19.
 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Wahyu Praditya P