Netral English Netral Mandarin
13:41wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Ini Manfaatnya Jika Vaksin Diproduksi Sendiri di Dalam Negeri, Peneliti Ingatkan Juga soal Impor Bahan Bakunya

Sabtu, 28-Agustus-2021 23:40

Kargo vaksin Sinovac yang dikirim dari China tiba di Indonesia.
Foto : kemkes.go.id
Kargo vaksin Sinovac yang dikirim dari China tiba di Indonesia.
26

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengatakan harga vaksin akan lebih murah jika diproduksi di dalam negeri.

“Apalagi jika produksinya bersama-sama dengan perusahaan dalam negeri,” ujarnya ketika dihubungi, Sabtu (28/8/2021).

Selain itu, lanjut dia, diperlukan juga transfer knowledge dari produsen vaksin luar negeri ke perusahaan domestik.

Sedangkan, manfaat kedua yang dapat diperoleh, sebut Nailul, adalah penyerapan tenaga kerja akan meningkat karena pembukaan tempat produksi pasti membutuhkan tenaga kesehatan.

Selain itu, sektor-sektor lain yang akan menyerap tenaga kerja adalah dari sektor kimia dasar, jasa kesehatan, industri alat kedokteran, jasa asuransi, dan konstruksi jika ada pembangunan pabrik atau tempat produksi vaksin bersama.

“Namun harus diperhatikan juga mengenai impor bahan bakunya jangan sampai merugikan Indonesia. Kadang kita kecolongan di impor bahan baku yang bisa membuat perdagangan ekspor-impor kita menurun,” kata Nailul.

Untuk itu, perlu didorong upaya untuk mengembangkan juga bahan baku dari dalam negeri. Setidaknya, kata Nailul, ada keringanan dalam harga bahan baku impor.

Selain itu, banyak investasi di Indonesia yang masih mengimpor bahan baku, tidak hanya di industri farmasi dan ini perlu dipertimbangkan. 

“Misal dengan kualitas dan harga yang sesuai. Jangan sampai yang dikirim ke sini yang kualitasnya udah buruk dengan harga yang relatif lebih tinggi,” katanya seperti dilansir dari Antara.

 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP