Netral English Netral Mandarin
22:24wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Ini Masukan Cinta Laura pada Menag dan Mendikbud untuk Menangkal Radikalisme

Senin, 27-September-2021 08:37

Cinta Laura.
Foto : Instagram Cinta.
Cinta Laura.
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Artis Cinta Laura sempat sampaikan padangan terkait penyebab agama bisa membuat orang melupakan inti dari identitas bangsa. Tidak hanya paparkan penyebab, dia juga turut memberikan masukan pada isu tersebut. 

Masukan disampaikan Cinta di hadapan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Ristek, Nadiem Makarim. Mereka sempat dipertemukan dalam sebuah forum resmi baru-baru ini.

"Jadi apa yang harus dilakukan ke depannya agar bisa melawan segala kebohongan yang ada? Apa yang bisa kita lakukan agar bisa memberdayakan rakyat bangsa ini?," kata wanita lulusan Psikologi dan Sastra Jerman itu.

Menurut Cinta jawabannya jelas, pertama penting sekali mengingatkan kembali masyarakat akan indahnya, kayanya, uniknya, budaya-budaya yang dimiliki di negara ini. Sejak usia dini penting untuk memperkenalkan budaya-budaya, tidak hanya di sekolah, tapi melalaui media dan semua platform digital yang ada. 

"Sebuah hal yang krusial untuk disadari bagi generasi muda tentang relevannya budaya kita di dunia yang semakin modern. Budaya kita keren dan tidak old cool," tegas wanita yang lahir di 17 Agustus itu.

Kedua, ajaraan agama yang ada dalam sistem pendidikan harus adil dalam mempresentasikan agama-agama yang ada di negara ini. Tujuannya agar orang-orang bisa mengerti sejak usia muda bahwa semua agama mengajarkan kebaikan. Tidak seharusnya melecehkan dab menyakiti satu sama lain, hanya karena sebuah perbedaaan.

Ketiga, ajarkan anak-anak Indonesia dari berbagai sudut pandang. Biarkan mereka bertanya, tumbuhkan rasa ingin tahu, sehingga mereka tidak mudah "dijajah" pikirannya. 

Terakhir, gunakan teknologi yang semakin canggih sebagai alat menyerbarkan nilai-nilai tolernasi, agar negara ini bisa kembali menjadi negara Indonesia sejati. Pasalnya, tanpa pondasi yang kuat, tidak akan ada bangsa yang bertahan.

"Mari kita taat dalam beragama agar menjadi manusia yang bermoral. Tapi mari kia juga merangkul budaya Indonesia untuk membimbing identitas bangsa," ajak Cinta.

Pesan itu disampaikan Cinta, pasalnya pemahaman terbatas dan pemikiran yang tidak kritis orang-orang tejebak dalam cara berpikir. Orang-orang yang terjebak demikian telah berpikir memanusiakan Tuhan, merasa mempunyai hak dalam mendikte kemauan Tuhan, merasa tahu pikiran Tuhan dan merasa bertindak atas nama Tuhan. Itulah yang menurut Cinta, akhirnya seringkali berubah jadi sifat radikal.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani