Netral English Netral Mandarin
04:19wib
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memprediksi, puncak gelombang Covid-19 varian Omicron akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 202. Pemerintah mengakui kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami lonjakan akibat transmisi lokal varian Omicron dalam sepekan terakhir.
Ini Tiga Poin Hasil MMS VI PKS, Salah Satunya Tolak Wacana Penundaan Pemilu 2024

Kamis, 13-January-2022 21:40

Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al Jufri
Foto : Istimewa
Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al Jufri
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menyelenggarakan Musyawarah Majelis Syura (MMS) VI di Jakarta, Kamis (13/1/2022). 

Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al Jufri menyampaikan bahwa ada tiga poin yang dihasilkan dalam sidang MMS ke VI, salah satunya PKS menentang wacana penundaan Pemilu 2024.

"PKS menentang wacana penundaan Pemilu 2024 serta menolak berbagai ide apapun yang terkait dengan perpanjangan masa jabatan presiden yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam UUD 1945," kata Salim, dilansir dari laman PKS.

PKS, lanjut Salim, juga menyerukan agar para elit politik untuk tunduk kepada konstitusi UUD 1945 dan bersama-sama menjaga semangat Reformasi. 

"PKS meminta kepada seluruh elit politik dan pemimpin bangsa untuk taat dan patuh kepada konstitusi UUD 1945 serta tetap merawat demokrasi dan semangat Reformasi 1998," ujarnya. 

Selain menolak penundaan Pemilu 2024, hasil Musyawarah Majelis Syura juga menghasilkan keputusan mendukung upaya Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi terkait ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold (PT) 20 persen.

"PKS mendukung Judicial Review Presidential Threshold di Mahkamah Konstitusi. PKS memandang bahwa syarat Presidential Threshold 20 persen terlalu tinggi sehingga menghambat proses kemunculan lebih banyak calon alternatif kepemimpinan nasional," ungkap Salim. 

Terakhir, PKS akan membuka diri dan membangun komunikasi dengan seluruh partai politik dan para tokoh bangsa untuk membangun titik temu dalam mengusung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2024 mendatang. 

"PKS akan membuka diri dan membangun komunikasi dengan seluruh partai politik dan para tokoh bangsa untuk membangun titik temu dalam mengusung calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang memiliki karakter nasionalis, religius, berkomitmen untuk menegakkan kedaulatan wilayah dan demokrasi, sumber daya alam, pangan, energi dan ekonomi, serta tidak tunduk terhadap kepentingan pihak asing, mendukung agenda pemberantasan korupsi, serta sosok negarawan yang mempersatukan seluruh elemen bangsa dan tidak memecah belah bangsa," pungkas Salim.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P

Berita Terkait

Berita Rekomendasi