Netral English Netral Mandarin
02:28wib
Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah mengeluarkan fatwa bahwa hukum penggunaan aset kripto. Kebijakan satu harga minyak goreng dengan harga setara Rp 14.000 per liter mulai berlaku di sejumlah minimarket pada Rabu.
Inilah Beberapa Fakta Menarik Tentang Bulan yang Harus Kamu Ketahui

Sabtu, 15-January-2022 23:16

Ilustrasi bulan
Foto : Info Astronomi
Ilustrasi bulan
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Bulan merupakan satelit alami Bumi satu-satunya dan merupakan satelit terbesar kelima dalam Tata Surya. Bulan juga diperkirakan terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, tak lama setelah pembentukan Bumi. 

Meskipun terdapat sejumlah hipotesis mengenai asal usul Bulan, hipotesis yang paling diterima saat ini menjelaskan bahwa Bulan terbentuk dari serpihan-serpihan yang terlepas setelah sebuah benda langit seukuran Mars bertubrukan dengan Bumi.

Sementara itu, Bulan adalah satu-satunya benda langit selain Bumi yang telah didarati oleh manusia. Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang Bulan sudah kami rangkum dari berbagai sumber.

Terbentuk Setelah Pembentukan Tata Surya

Kita semua tahu bahwa bulan merupakan satelit bumi satu-satunya. Namun, tahukah kamu kalau bulan terbentuk sekitar 4,53 miliar tahun yang lalu?

Bulan mulai terbentuk sekitar 30-50 juta tahun setelah pembentukan tata surya, jelas laman Space Facts. Sementara, bumi sendiri terbentuk sekitar 4,54 miliar tahun yang lalu.

Selisih 'kelahiran' bumi dan bulan memang begitu dekat, ya? Lebih lanjut, para astronom dan peneliti menduga bahwa bulan terbentuk setelah benda seukuran Mars menghantam bumi. Materialnya meledak ke ruang angkasa dan akhirnya membentuk bulan. Namun, hal ini masih diperdebatkan, ungkap laman Space.com.

 

Gravitasinya Lebih Kecil dari Bumi

Bumi memiliki gravitasi sebesar 9,8m/s². Sementara, gravitasi di bulan jauh lebih kecil, yaitu 1,62m/s². Gravitasi di bulan lebih kecil dan lemah karena ukurannya yang lebih kecil dibandingkan dengan bumi. FYI, bumi memiliki diameter sekitar 12.742 km sementara bulan memiliki diameter sekitar 3.474 km, yang artinya 1/4 dari ukuran bumi.

Karena gravitasinya yang lebih rendah inilah berat badan kita akan 'menyusut' di bulan. Sehingga, berat badan kita akan menjadi 16,5 persen dari berat badan normal kita di bumi. That's why, para astronaut di bulan bisa melompat dan berjalan dengan ringan. Tentu saja, jika astronaut itu kembali ke bumi, berat badannya akan kembali seperti sedia kala.

Menjauh dari Bumi 4 cm Per Tahun

Tahukah kamu bahwa bulan perlahan-lahan bergerak menjauhi bumi? Faktanya, menurut penelitian, bulan menjauhi bumi sekitar 4 cm setiap tahunnya. Jika ini masih terus terjadi selama 50 miliar tahun ke depan, maka bulan membutuhkan waktu sekitar 47 hari untuk mengorbit bumi, bukan 27,3 hari seperti sekarang, tutur laman Space Facts.

Tenang, bulan tak akan meninggalkan kita, kok! Diprediksi, matahari akan mengerahkan pasang surut di bumi dan memperlambat putarannya. Efeknya, nanti bumi akan menarik kembali bulan lebih dekat. Namun, ini membutuhkan waktu yang sangat lama, yakni hingga ratusan miliar tahun, jelas laman Forbes.

Mengalami Gempa Bumi

Di Bumi kita menyebutnya Gempa Bumi. Gempa bulan disebabkan oleh tarikan gravitasi Bumi. Astronot yang mendarat mengumpulkan fakta tentang Bulan menggunakan seismograf untuk merekam gempa Moon beberapa kilometer di bawah permukaan Bulan.

Menggunakan Tarikan Gravitasi Bumi

Karena gaya tarik gravitasi Bulan, air di lautan Bumi berakselerasi ke Bulan dan menyebabkan air menggembung. Bulan berputar atau mengorbit di sekitar Bumi dan Bumi berputar pada porosnya sendiri. Sebagai hasil dari dua gerakan ini, tonjolan air juga bergerak. Pasang naik disebut daerah-daerah di mana air menggembung dan daerah lainnya adalah air surut.

Reporter : Muhammad Ari Aditia
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi