Netral English Netral Mandarin
23:09wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Inilah Rumus Berolahraga Sesuai Usia

Rabu, 08-September-2021 07:54

Berolahraga sesuai dengan usia.
Foto : Allsports
Berolahraga sesuai dengan usia.
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Seringkali kita mendengar berita kematian saat seseorang tengah menjalani kegiatan berolahraga.

Misalnya, tanda-tanda awal kita mencapai batas kemampuan bersepeda, futsal, sepakbola atau berolahraga lainnya. Ini hubungan antara tenaga, kebutuhan oksigen dan detak jantung.

Dokter Sonny Gosal AIFO K3, menjelaskan otak manusia saat berolahraga sangat membutuhkan suplai oksigen yang cukup, yang dibawa oleh darah, dan dipompa oleh jantung.  Sementara jantung memiliki kemampuan beragam bagi tiap orang, tergantung kondisi jantung, penyakit bawaan dan umur tiap orang.

Khusus berdasar umur rumusnya kira-kira: 220 - umur. Misal, 220 - 47 = 173, segitu lah kira-kira kita boleh memaksa jantung bekerja, 173 kali per menit. Tapi bisa lebih hanya untuk mereka yang sangat terlatih, dan bahkan bisa kurang untuk mereka yang tidak terlatih/jarang berlatih.

Berikut batasan dengan rumus, (220 - umur) - 10, untuk berolahraga dengan aman versi dr Sonny:

_Sedang tanda-tanda jantung telah hampir sampai kemampuan maksimalnya saat berolahraga antara lain :

- Tahap 1, tubuh terasa panas. Saat mendekati batas maksimal kerja jantung.

- Tahap 2, sulit mengatur nafas. Sampai disini wajib mengurangi; kecepatan gerakan kaki atau bermain power.

- Tahap 3, berkunang-kunang dan/atau mual. Wajib berhenti.

- Tahap 4,blackout_ atau pingsan. Tahap ini bisa langsung ke tahap selanjutnya.

- Tahap 5, jantung berhenti bekerja

Sementara hal-hal yang baik jika dilakukan:

1. Tidak melap tubuh saat berkeringat sebelum sampai tempat istirahat/finish. Karena tubuh mengeluarkan lendir untuk mengurangi penguapan berlebih yang bisa saja terhapus saat melap tubuh. Setelah kering kita biasa menyebutnya garam.

2. Selalu minum saat mulut terasa kering dan badan terasa panas secukupnya. biasanya membatasi 4 - 7 teguk.

3. Selalu menggunakan baju quick dry supaya pendinginan tubuh dengan penguapan keringat terus terjadi. Jika tidak menggunakan baju tersebut bisa dengan mengganti baju kering atau memeras agar baju tidak penuh dengan keringat dan menghambat angin.

4. Tidak langsung duduk atau rebahan saat istirahat atau ber kunang-kunang

5. Jangan memaksa diri jika sudah tidak kuat atau tidak sehat, dan jangan tinggalkan teman yang sudah mengalami kunang-kunang dan mual jika olahraga bersama.

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sesmawati