Netral English Netral Mandarin
17:13 wib
Sony Pictures mengumumkan tunda perilisan film baru mereka. Film Cinderella yang sedianya dijadwalkan rilis pada 5 Februari 2021 diundur ke 16 Juli 2021. Film Ghostbusters: Afterlife juga diundur. Kementerian Kesehatan menegaskan, hampir tak mungkin seseorang yang divaksin Sinovac terinfeksi virus corona karena vaksin. Sebab, vaksin tersebut berisi virus mati.
Gerak Cepat, Begini Strategi Sandi Pulihkan Pariwisata

Minggu, 27-December-2020 09:40

Menparekraf Sandiaga Uno.
Foto : Kemenparekraf
Menparekraf Sandiaga Uno.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tak perlu menunggu lama setelah dilantik Presiden republik Indonesia, Joko Widodo (jokowi), sebagai Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, mengundang seluruh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten dan Kotamadya seluruh Indonesia untuk membahas percepatan pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Diskusi yang dilakukan secara virtual ini diungkapkan Sandi, sapaan Sandiaga Salahuddin Uno, sebagai langkah percepatan dalam pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pascapandemi COVID-19.

Terlebih bagi lima destinasi super prioritas yang ditunjuk Jokowi, antara lain Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.



"Kita harus menyiapkan segala aspek untuk berbenah, tentunya yang harus kita dahulukan adalah aspek kesehatan, maka berbenah harus disiapkan secara detail, mulai dari kuliner, fashion, kriya atau kerajinan tangan, tari-tarian, dan lainnya," papar Sandi dalam siaran persnya, Minggu, (27/12/2020).

Instruksinya tersebut, katanya juga merujuk pada usulan Presiden Jokowi, yakni calender of event atau daftar kegiatan setiap destinasi wisata setiap tahun.

Calender of event tersebut ditunjukkannya seperti halnya langkah Pemerintah Kotamadya Solo yang telah mendata sekaligus mengagendakan lebih dari 60 event dalam setahun.

Selain itu, lanjutnya, Presiden Jokowi juga ingin memastikan setiap aspek kesehatan dan keselamatan dalam setiap destinasi pariwisata bisa diterapkan strategis.

Instruksi tersebut dipaparkan Sandi lewat penerapan lewat CHSE atau K4, yakni Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).

Begitu juga dengan arahan Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Maruf Amin yang menekankan sektor ekonomi kreatif harus bisa menjadi lokomotif dalam penciptaan lapangan pekerjaan.

"Kita mendata ada 30 juta pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terpuruk, mulai dari informal, hingga pelaku usaha mikro dan besar sangat terdampak dan harus segera dibantu," jelas Sandi.

Percepatan kinerja sektor pariwisata juga harus dilakukan terhadap desa wisata, wisata religi, wisata halal, dan berbagai program yang menyentuh langsung terhadap masyarakat.

"Tugas ini adalah amanat yang berat, tapi akan ringan apabila kita kerjakan bersama. Hari ini adalah sebuah langkah awal, gerak kita menjalankan arahan Presiden dan Wakil Presiden," imbuhnya.

Merujuk hal tersebut, percepatan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif ditegaskan Sandi lewat penerapan tiga platform, yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.

"Tugas Pemerintah adalah sebagai fasilitator inovasi bagi ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif, sehingga sistem ini akan menumbuhkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," papar Sandi.

Adaptasi, berbekal dari pengalamannya yang sempat terpapar COVID-19, Sandi mengungkapkan manusia adalah makhluk paling adaptif.

Oleh karena itu, adaptasi yang paling penting dilakukan adalah menerapkan CHSE sekaligus mengkalibrasi pasar di setiap destinasi wisata, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan domestik.

"Wisatawan nusantara ini yang paling potensial, kita harus kembangkan destinasi wisata yang fokus kepada wisatawan nusantara," jelasnya. 

Sedangkan mengenai kolaborasi, Sandi menegaskan perlunya ada kerja sama dari seluruh pihak. Dirinya mengingatkan agar tidak ada lagi ego sektoral, birokrasi berbelit, dan semua harus membuka komunikasi terhadap seluruh pihak.

"Saya tahu banget birokrasi, dulu sebagai pengusaha saya juga pengalaman. Jadi harus buka diskusi-komunikasi dan kita harus perhatikan masyarakat," papar Sandi.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani