Netral English Netral Mandarin
04:30wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Inilah Wisata Religi di Toba

Senin, 09-Agustus-2021 12:30

Salah satu sudut keindahan wisata religi di Toba.
Foto : Kemenparekraf
Salah satu sudut keindahan wisata religi di Toba.
22

LAGUBOTI, NETRALNEWS.COM - Danau Toba bukan sekadar memiliki keindahan alam dan udaranya yang segar. Kawasan ini jag memiliki destinasi wisata religi terutama bagi umat Kristiani.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pengembangan wisata berbasis sejarah dan religi di Kabupaten Toba, Sumatra Utara (Sumut).

Sandiaga mengatakan makam ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi masyarakat Sumatra Utara, khususnya masyarakat sekitar Danau Toba.

"Dr. Ingwer Ludwig Nommensen adalah seorang misionaris dari Jerman yang memberikan pendidikan dan kesehatan modern yang menjadi cikal bakal kemajuan dan pembaruan hidup masyarakat Batak. Nommensen dapat dikategorikan sebagai pahlawan yang membawa kemajuan dan mengangkat harkat dan martabat kehidupan orang Batak," kata Sandiaga, belum lama ini.

Selain itu, pada masa sebelum pandemi COVID-19, Sandiaga menyebutkan lokasi ini dikunjungi sekitar 100 ribu wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara. Sehingga, perlu ada peningkatan kualitas baik dari segi infrastruktur, amenitas penunjang, maupun sisi keberlanjutan lingkungan dan penerapan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental sustainability) di destinasi ini.

"Kami mendukung lokasi makam Dr. IL Nommensen menjadi salah satu objek wisata religi yang diharapkan dapat menambah daya tarik wisata di kawasan Toba. Ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dengan menciptakan lapangan kerja baru, serta mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kawasan Toba, dan meningkatkan nilai-nilai spiritual bagi para wisatawan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Sandiaga juga menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Danau Toba (BPOPDT) yang diwakili oleh Direktur Utama BPOPDT, Jimmy Bernando Panjaitan dengan Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Robinson Butarbutar terkait pengembangan spiritualitas, karakter, wawasan, keterampilan dan pemberdayaan ekonomi warga HKBP sekitar Danau Toba. Sandiaga juga berpesan agar masyarakat di sekitar kawasan pemakaman ini ikut serta menjaga kebersihan dan kelestarian lokasi bersejarah ini.

"Saya titipkan pesan agar kawasan pemakaman ini dapat dijaga dan dikelola dengan baik," ucap Sandiaga.

Dalam kesempatan yang sama, Robinson Butarbutar mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian dari Kemenparekraf/Baparekraf terkait bantuan upaya pembangangan lokasi yang dikelola oleh HKBP tersebut.

"Ini merupakan hadiah dari Bapak Menteri karena dengan kunjungan beliau ke Makam Nommensen yang sangat berjasa bagi orang-orang Batak menunjukkan penghargaan Bapak Menteri terhadap tokoh yang berperan penting terhadap kehidupan masyarakat Batak," ucap Robinson.

Selain itu, Robinson juga mengungkapkan komitmen antara pihaknya dengan BPOPDT untuk bekerja sama menjaga dan melestarikan Makam Dr. I.L Nommensen. "Sehingga cita-cita kita menjadikan Danau Toba menjadi destinasi prioritas dapat tercapai sehingga kesejahteraan masyarakat terbangun dengan baik di masa yang akan datang," ungkap Robinson.

Dalam kunjungan ini, Sandiaga didampingi oleh Direktur Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua; Bupati Toba, Poltak Sitorus; serta Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Audy Murphy Sitorus.

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sesmawati