3
Netral English Netral Mandarin
10:42 wib
Jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di Italia sudah melampaui 100 ribu orang. Kondisi itu membuat Italia menjadi salah satu negara yang mencatatkan rekor kematian tertinggi. Politisi Partai Demokrat (PD) versi kongres luar biasa (KLB) Max Sopacua membantah informasi yang menyebut pihaknya menjanjikan imbalan Rp100 juta untuk para kader partai yang bersedia menghadiri KLB
Inilah yang Disukai Chile dari Indonesia

Rabu, 24-Februari-2021 03:00

Kemendag berupaya terus tingkatkan ekspor ke mancanegara.
Foto : Monex
Kemendag berupaya terus tingkatkan ekspor ke mancanegara.
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan, salah satu manfaat perjanjian perdagangan yaitumendorong diversifikasi ekspor, baik dalam perspektif produk maupun wilayah.

Poin ini disampaikan Wamendagdalam Webinar “Economic Diplomacy for National Leader” yang diselenggarakan Bank Indonesia..

“Perlu ada diversifikasi baik dari segi negara tujuan maupun jenis produk itu sendiri, salah satunya melalui perjanjian perdagangan. Alasannya, perjanjian perdagangan memberikan insentif baik dari sisi tarif maupun nontarif terhadap banyak sekali produk ekspor Indonesia,” tutur Wamendag, dalam siaran persnya, Selasa, (23/2/2021).

Menurut Wamendag, saat initerdapat 10 produk ekspor utama Indonesia yang memberikan kontribusi lebih dari 59 persen terhadap total nilai ekspor Indonesia. Dalam hal pasar ekspor, angkanya juga menunjukkan hal serupa, yaitu 10 negara ekspor mendominasi kontribusi nilai ekspor Indonesia dengan angka sekitar 60 persen.“Sebagai contoh, perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement(CEPA) memberikan tarif 0 persen terhadap sekitar 6.900 jenis produk Indonesia.

Hal ini juga terjadi di perjanjian dagang lainnya. Jadi, ini merupakan kesempatan bagi produk-produk alternatif untuk bisa berkembang,”kata Wamendag.

Perjanjian perdaganganjuga membuka pasar-pasar baru yang berkembang dan potensial bagi Indonesia. Ada dua wilayahutama yang ingin dikembangkan,yaitu pasarAfrika dan Amerika Selatan.

Selain itu,ada wilayah Eropa Timur, Eropa Tenggara,Asia Selatan, dan Timur Tengah.“Salah satu perjanjian yang baru selesai yaitu Indonesia-MozambiquePreferential Trade Agreement (PTA), diharapkan menjadi pembuka jalan bagi pasar-pasar baru di Afrika bagian tengah dan selatan.

Sedangkan untuk wilayah Amerika Selatan terdapat Indonesia-Chile CEPA yang juga terbukti meningkatkan utilitas pemanfaatan surat keterangan asal (SKA) secara signifikan. Dengan demikian, diharapkan Indonesia bisa lebih menembus pasar negara-negara sekitarnya,” jelas Wamendag.

Pada Januari 2021, secara kuantitatif, nilai ekspor ke beberapa kawasan potensial kerja sama tumbuh cukup tinggi.

Ekspor ke Afrika Selatan tumbuh 138,15 persen (YoY) dan Afrika Timur tumbuh 57,7 persen (YoY). Selain itu, ekspor ke beberapa kawasan yang sudah memiliki perjanjian kerja sama perdagangan juga tumbuh cukup baik. Untuk kawasan Asia Tenggara pertumbuhannya 10,86 persen(YoY), sementara Australia tumbuh 22,77 persen(YoY).

Wamendag menjelaskan, insentif lain sebagai kontribusi perjanjian perdagangan bagi ekonomi Indonesia yaitumeningkatnya investasi di berbagai sektor. “Meluasnya pasar dan makin mudahnya produk-produk alternatif untuk dipasarkanjuga akanmeningkatkan minat investor dalam berbagai skala, baik investasi dalam negeri maupun luar negeri. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi meningkat seiring dengan penyerapan tenaga kerja dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat,”imbuhnya.

Kemendag, lanjut Wamendag,berniat menyelesaikan target-target perjanjian perdagangan secepat mungkin. Tahun 2021, Kemendag menargetkan 12 perjanjian perdagangan baru termasuk IEU-CEPA yang saat ini memasuki perundingan putaran ke-10.

“Kerja sama dan dukungan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan di sini. Perjanjian perdagangan diharapkanbukan hanya memenuhitarget dari segi kuantitas,melainkan juga kualitas.

Perjanjian perdagangan juga harus memenuhi kebutuhan pelaku usaha dan masyarakat secara umum. Untuk itu,kami berharap semua pemangku kepentinganberkontribusi dengan memberikan masukan dan ikut memberikandukunganatas isu-isu krusial, misalnya dalam isu kelapa sawit,”pungkasWamendag

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani