Netral English Netral Mandarin
09:17 wib
Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto menggugat pemerintah Indonesia membayar ganti rugi sebesar Rp56 miliar terkait penggusuran dalam proyek pembangunan Tol Depok-Antasari di Jakarta Selatan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengonfirmasi bahwa Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo akan dilantik Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) jadi Kapolri pada Rabu (27/1).
Ternyata Inilah yang Ditunggu Masyarakat Prancis dari Indonesia

Sabtu, 19-December-2020 07:40

Kemendag bikin perjanjian ekspor dengan Prancis.
Foto : Monex
Kemendag bikin perjanjian ekspor dengan Prancis.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menerima kunjungan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Daya Tarik Ekonomi, Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis Franck Riester.

Pertemuan membahas peningkatkan hubungan kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dengan Prancis. Pertemuan dilakukan sebagai bagian kunjungan kerja Menteri Frank ke Singapura, Indonesia, dan Korea Selatan pada 12—20 Desember 2020.

Pada pertemuan tersebut, kedua Menteri membahas perkembangan perundingan kesepakatan kerja sama menyeluruh Indonesia-Uni Eropa (Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU-CEPA).



“Indonesia menyambut baik perkembangan negosiasi IEU-CEPA yang telah dicapai kedua pihak dalam tiga tahun terakhir. Meskipun momentum positifnya sedikit terganggu pandemi yang mengakibatkan diundurnya perundingan ke-10, kedua belah pihak masih berkomitmen menyelesaikan negosiasi secepatnya,” kata Mendag, dalam siaran persnya, Sabtu, (19/12/2020).

Menurut Mendag, Uni Eropa dan Prancis adalah mitra perdagangan dan investasi penting bagi Indonesia. Untuk itu, IEU-CEPA adalah negosiasi prioritas yang harus diselesaikan. “Indonesia berharap kedua belah pihak bisa mencapai kesepakatan pada akhir tahun depan. Untuk itu kami berharap dukungan penuh Prancis untuk memperlancar proses negosiasi,” tandasnya.

Sebelumnya, perundingan IEU-CEPA telah dilaksanakan sebanyak 9 putaran. Putaran terakhir dilakukan pada 2—6 Desember 2019 di Brussels, Belgia. Namun, putaran ke-10 tertunda akibat Covid-19 dan kedua pihak melakukan perundingan intersesi secara virtual pada 15—26 Juni 2020. Putaran ke-10 diperkirakan dilaksanakan pada Maret 2021 dan direncanakan selesai pada akhir tahun 2021.

Dalam pertemuan ini, Mendag mengangkat isu akses pasar produk kelapa sawit ke Eropa yang mengalami berbagai tantangan di pasar EU, antara lain kebijakan Renewable Energy Directive (RED) II, bea anti-subsidi (countervailing duties) terhadap biodiesel Indonesia, pengecualian dari insentif pajak untuk bahan bakar alam di Prancis, dan kampanye negatif terhadap produk sawit.

Untuk itu Mendag menyambut baik hasil kesepakatan pembentukan kelompok kerja (Joint Working Group) antara EU dan beberapa negara ASEAN guna membahas tantangan pemenuhan Sustainable Development Goals (SDGs) di sektor minyak nabati. Mendag juga berharap pertemuan pertama yang direncanakan berlangsung pada Januari 2021 berlangsung produktif.

 

 

Reporter :
Editor : Sulha Handayani