Netral English Netral Mandarin
14:38wib
Komut PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama mengungkap selain menghapus fasilitas kartu kredit bagi direksi, komisaris, dan manajer, juga menghapus fasilitas uang representatif. Terdakwa kasus tes usap palsu RS Ummi Bogor, Rizieq Shihab, akan membacakan duplik pagi ini di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Inilah yang Dicari Ukraina dari Indonesia

Selasa, 18-Mei-2021 15:48

Kabel Indonesia berpeluang untuk diekspor ke Ukraina.
Foto : Ekbis
Kabel Indonesia berpeluang untuk diekspor ke Ukraina.
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Produk kabel (wires) Indonesia terbebas dari pengenaan safeguard dutyatau Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) Pemerintah Ukraina. 

Keputusan Pemerintah Ukraina ini membuka peluang peningkatan ekspor produk kabel Indonesia ke Ukraina.Department of Foreign Economic Activity and Trade Protection Ukraina selaku otoritas penyelidikan merekomendasikan penerapan BMTP selama tiga tahun dengan margin sebesar 23,5 persen untuk semua negara, kecuali Indonesia dan sejumlah negara berkembang yang memiliki shareimpor di bawah 3 persen. 

Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan akhir penyelidikan safeguard untuk produk kabel yang dirilis otoritas Ukraina pada 29 Maret 2021. 

Produk kabel yang diinvestigasi tersebut meliputi produk kabel terisolasi, kabel seratoptik,sertakabel dan konduktor listrik terisolasi lainnya.

Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi mengungkapkan, dibebaskannya Indonesia dari BMTP inimemberi peluang bagi eksportir kabel Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke Ukraina.

“Pemerintah meresponsdan menyambut baik keputusan Ukrainauntuk membebaskan produk kabelIndonesia dari Bea Masuk Tindakan Pengamanan. Tentu hal ini memberipeluang bagi eksportir kabel Indonesia untuk dapat membuka dan memperluas akses pasar di Ukraina,” ujar Mendag Lutfi, dalam siaran persnya, Selasa, (18/5/2021).

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana. Terbebasnya Indonesia dari BMTP, terang Wisnu, dapat dimanfaatkan eksportir kabel Indonesia dengan bijak dan maksimal.

“Pasar kabel di Ukraina terbuka bagi eksportir Indonesia,mengingat negara-negara pemasok utama telah dikenakan bea masuk tambahan oleh Ukraina. Hal ini menjadimomentum bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor kabel ke Ukraina,”kata Wisnu. 

Ekspor kabel Indonesia ke Ukraina selama kurun waktu tiga tahun terakhir (2018—2020) tercatat sangat kecil, sebesar USD 206 saja.

Padahal pada periode yang sama, kebutuhan Ukraina terhadap produk kabel dari dunia mencapai USD 776,43 juta.Wisnu berharap, eksportir Indonesia dapat mulai menggarap pasar Ukraina dengan lebih serius karena peluang ekspor produk kabel masih sangat terbuka lebar. 

Jika dimanfaatkan secara optimal, ekspor Indonesia ke pasar nontradisional, khususnya ke Ukraina, dapat semakin meningkat. Dengan demikian, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah pandemi.

Otoritas Ukraina telah melakukan penyelidikan safeguardproduk kabel sejak 28 Juli 2020 atas permohonan dari industri kabel dalam negeri Ukraina. 

Pemohon mengklaim telah terjadi kerugian serius akibat lonjakan impor produk kabel tahun 2015—2020.Direktur Pengamanan Perdagangan Kemendag, Pradnyawati menanggapi keputusan Ukraina dengan rasa syukur dan optimisme.

Pemerintah Indonesia, lanjutPradnyawati, telah terlibat aktif dan kooperatif sejak awal inisiasi penyelidikan. Otoritas penyelidikanUkraina juga transparan dan objektif dalam investigasi safeguardkabel tersebut.

“Pemerintah Indonesia terlibat aktif selama proses penyelidikan dengan menyampaikan sejumlah pembelaan tertulis kepada otoritas Ukraina. Proses penanganan penyelidikan ini diikuti dengan kooperatif. Tujuannya agar Indonesia dibebaskan dari BMTP sehingga memberipeluang bagi eksportir Indonesia untuk memperluas jaringan pasar di Ukraina,” terang Pradnyawati.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekspor produk kabel Indonesia ke dunia cenderung mengalami tren peningkatan dalam limatahun terakhir(2016—2020), salah satunya untuk produk kabel serat optik. Selama periode tersebut, ekspor kabel serat optik Indonesia ke dunia meningkat hingga 19,51persen.

Tercatat nilai ekspor produk tersebut pada 2016 sebesar USD2,59 juta dan meningkat hingga USD 4,37 juta pada 2020. Nilai ekspor tertinggi tercatat pada 2019 yang mencapai USD 9,08 juta. Pasar utama ekspor kabel serat optik Indonesia adalah Jepang, Filipina, Malaysia, dan Singapura.

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sesmawati