Netral English Netral Mandarin
09:43wib
Menko Polhukam Mahfud Md menyampaikan usul pemerintah agar pemungutan suara Pemilu 2024 digelar pada 15 Mei. Sebanyak 14 dari 56 pegawai nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga mengalami peretasan dalam kurun dua hari terakhir.
Inilah yang Ditunggu Uni Emirat Arab dari Indonesia

Kamis, 22-April-2021 13:20

Ekspir produk pertanian ke UEA.
Foto : Money Talk
Ekspir produk pertanian ke UEA.
18

CIKARANG, NETRALNEWS.COM  – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi melepas ekspor perdana produk semangka sebanyak 14,5 ton senilai US$ 11,46 ribu ke Uni Emirat Arab (UEA). Pelepasan ekspor dilakukan TaniHub Group yang merupakan perusahaan rintisan yang bergerak di bidang teknologi pertanian (start-up agritech).

Pelepasan ekspor berlangsung di National Fulfillment Center TaniHub Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat.  Produk ekspor semangka berasal dari petani binaan perusahaan di Lampung untuk memenuhi permintaan pasar di UEA. TaniHub Group memperkirakan adanya potensi permintaan yang berkelanjutan dari pasar UEA mencapai 156 ton per bulan.

Hadir pada acara ini CEO TaniHub Group Pamitra Wineka dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Kasan, serta hadir secara virtual Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki dan Dubes RI untuk UEA Husin Bagis.

“Selamat untuk TaniHub Group atas ekspor perdana produk pertanian ini. Diharapkan TaniHub Group dapat menjadi pilar perekonomian Indonesia. Kemendag akan menjadi mitra utama TaniHub Group dalam membantu memperluas pasar ekspor. Semoga pelepasan ekspor perdana ini akan menjadi langkah baik dalam membawa nama harum Indonesia ke dunia,” kata Mendag, Kamis, (22/4/2021).

Mendag menyampaikan, ekonomi Indonesia harus tumbuh tiga kali lipat GDP per kapita hingga tahun 2038. Jika tidak, Indonesia akan terperangkap dengan jebakan kelas menengah. Untuk keluar dari jebakan kelas menengah, Indonesia harus melakukan investasi di dua bidang yaitu infrastruktur dan transfer teknologi.

“TaniHub Group telah menjembatani dua hal tersebut, yaitu melakukan investasi di bidang infrastruktur melalui platform digital dan transfer teknologi. Selain itu, acara ini juga dilakukan berdasarkan basis ekonomi. Artinya, tidak ada subsidi tapi seluruh pihak yang terlibat pada proses ini mendapatkan keuntungan yang wajar,” jelas Mendag.

Menurut Mendag, infrastruktur berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Tanpa infrastruktur, kita tidak dapat menambah nilai tambah hingga ke pelosok Indonesia. Tanpa nilai tambah, masyarakat tidak bisa sejahtera,” tutur Mendag.

 

 

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani