Netral English Netral Mandarin
01:34wib
Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan melaporkan Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan pencemaran nama baik. Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.
Inilah Pilihan Wisata Lokal yang Penuhi Prokes

Selasa, 20-April-2021 16:20

Pangalipuran sangat siap menerima wisatawan.
Foto : Dok: NNC/Sulha
Pangalipuran sangat siap menerima wisatawan.
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sekalipun tidak diperkenankan mudik Lebaran tahun ini, bukan berarti Anda tak bisa liburan. Anda bisa memilih destinasi wisata lokal di sekitar kawasan rumah Anda.

Namun, harus diperhatikan juga apakah kawasan destinasi tersebtu sudah menerapkan protokol kesehatan atau apakah dekat dengan zona merah  covid-19?

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan beroperasinya wisata lokal di dalam wilayah aglomerasinya masing-masing di tengah larangan mudik tetap harus dengan penerapan protokol kesehatan yang disiplin dan ketat.

Sandiaga Uno menegaskan pemerintah tidak memperbolehkan mudik bagi masyarakat saat libur Lebaran 2021. Larangan mudik diberlakukan guna mencegah penyebaran dan peningkatan kasus COVID-19 di tanah air.

Menparekraf mengatakan untuk mengisi waktu liburan masyarakat saat mudik dilarang, maka wisata lokal diperbolehkan dengan protokol kesehatan ketat. Sandiaga memohon bantuan dari awak media agar bisa menyampaikan pesan kepada masyarakat agar mematuhi dan menghormati peraturan pemerintah terkait pelarangan mudik.

“Media diharapkan bisa menyampaikan kepada masyarakat luas, bahwa keputusan pemerintah untuk meniadakan mudik agar dihormati dan dipatuhi. Belajar dari pengalaman mudik tahun lalu dan Nataru (Natal dan Tahun Baru), jumlah peningkatan kasus (COVID-19) saat mudik lebaran naik 94 persen dan saat libur nataru mencapai 70 persen,” kata Sandiaga Uno, Selasa, (20/4/2021).

Kemudian terkait wisata lokal lanjut Sandiaga Uno, Kemenparekraf memastikan wisata-wisata lokal harus siap menerapkan protokol yang ketat dan disiplin. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan penerapan PPKM skala mikro dengan baik, seperti membatasi kapasitas wisatawan hingga jam operasional destinasi, hal itu untuk mengantisipasi mobilitas masyarakat karena tidak melakukan mudik saat lebaran 2021.

“Kita perlu antisipasi masyarakat saat menghabiskan waktu libur lebaran. Keputusan akhir berada di ranah pemerintah daerah dan Satgas COVID setempat, jika terjadi peningkatan jumlah COVID-19 di daerah tersebut, keputusan untuk menutup destinasi wisata ada di tangan daerah setempat,” ujarnya.

Selain itu, Menparekraf Sandiaga Uno juga menanggapi jika rencana penerapan TCA di Bali pada Juni-Juli 2021 masih berjalan sesuai rencana. Pihaknya terus melakukan monitoring dan evaluasi serta mendorong akselerasi vaksinasi di Bali yang ditargetkan 2 juta masyarakat Bali telah menjalani vaksinasi COVID-19 pada pertengahan 2021.

“Sesuai arahan Presiden, Bali mendapat prioritas vaksinasi lantaran Bali sangat tergantung pada sektor pariwisata. Alhamdulillah kesiapan dari dosis vaksin ini sekarang sudah lebih tersedia dan sekarang yang perlu disiapkan vaksinatornya,” katanya.

Sandiaga mengatakan, vaksinasi yang dilakukan di Bali sebagai salah satu upaya pemerintah untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan di destinasi paling favorit.

"Kalau vaksinasi sudah dilakukan, berarti ada satu rasa aman dan nyaman bagi wisatawan. Progres pemberian vaksinasi ini tentunya memberikan semangat baru untuk para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali,” katanya.

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani