Netral English Netral Mandarin
20:05wib
Hingga matchday kedua Euro 2020 (Euro 2021) terdapat satu negara yang sudah dipastikan tersingkir dari ajang sepak bola antarnegara paling bergengsi di Benua Biru yaitu Makedonia Utara. Indonesia sedang didera lonjakan kasus Covid-19 di sebagian besar daerah. Peningkatan kasus ini terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit oleh pasien Covid-19.
Investasi Bodong 212 Mart Tak Terkait Koperasi Syariah 212 tapi Terkait Aksi 212? Netizen: Ahok Baca Berita Ini Sambil Sruput Kopi

Kamis, 06-Mei-2021 07:51

Ilustrasi Kios 212 Mart
Foto : CNBC Indonesia
Ilustrasi Kios 212 Mart
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pihak Kementerian Koperasi dan UKM telah memberikan keterangan bahwa soal geger investasi bodong 212 Mart di Samarinda dikabarkan tidak terkait dengan Koperasi 212. Keduanya merupakan lembaga usaha berbeda.

Namun di sisi lain, diketahui pula bahwa 212 Mart Samarinda yang kini terancan tutup alias gulung tikar memang benar digagas di era gerakan 212 masih membesar.

Hal ini menjadi perhatian banyak warganet. Di akun FB Mak Lambe Turah, banyak netizen memberikan beragam komentar. Bahkan ada yang mengaitkan dengan Ahok.

MLT: “Cuma bisa bilang: Awokawokawokkkk.”

Sanyoto: “Nanti kalau sudah musim demo2 buka lagi.”

Mas Masrur: “Parah bener...212 Wiro sableng.”

Tuty Handayani: “Sy lg ngebayangin ahok baca berita ini smbil nyruput kopi n senyum2” 

Untuk diketahui, Deputi Bidang Perkoperasian Kemenkop UKM Ahmad Zabadi sebelumnya telah  merespons berita terkait investasi bodong 212 Mart di Samarinda.

Dirinya mengatakan telah melakukan koordinasi dengan Dinas Koperasi Kota Samarinda dan Koperasi Syariah 212 Pusat. 

Setelah mendapatkan penjelasan didapat fakta bahwa kasus 212 Mart yang terjadi di Samarinda diinisiasi oleh komunitas 212 dalam bentuk perseroan terbatas (PT), yaitu PT Kelontong Mulia Bersama.

"Sehingga ini bukan berbentuk koperasi," ujar Ahmad seperti dilansir MNC Portal Indonesia di Jakarta (5/5/2021).

Selanjutnya, dari konfirmasi dengan Direktur Koperasi 212 yaitu Mela, juga didapat fakta bahwa komunitas 212 Mart di Kota Samarinda bukanlah merupakan bagian dari Koperasi 212. 

"Itu berbeda dengan Koperasi 212 yang kita kenal," katanya.

Saat ini kasus investasi bodong yang dilakukan oleh sebuah merek minimarket berkonsep syariah, 212 Mart, sedang menjadi sorotan. Pasalnya, sejumlah orang menyatakan bahwa dirinya sebagai korban penipuan dengan total kerugian mencapai Rp2 miliar.

Asal Usul 212 Mart

Sementara sebelumnya dilansir Suara.com, 212 Mart berawal dari aksi 212 pada Desember 2016. 

Kala itu, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggagas pembentukan Koperasi Syariah 212 yang kemudian meluncurkan secara resmi pendaftaran massal melalui saluran online pada tanggal 20 Januari 2017 di Sentul, Bogor.

Koperasi Syariah 212 tersebut telah resmi berdiri sejak 24 Januari 2017 berdasar pada Keputusan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 003136/BH/M.KUKM.2/I/2017 dan Akta No.02 tanggal 10 Januari 2017, yang dibuat dan disampaikan oleh Notaris SURJADI, SH., MKn., MM serta diterima pada 19 Januari 2017.

212 Mart sebagai produk dari Koperasi Syariah 212 secara resmi diluncurkan pertama kali pada tanggal 10 Mei 2017 dengan gerai pertama beralamat di Jl. KH. Abdullah Bin Nuh, Ruko No. 80 Taman Yasmin Sektor VI, Bogor.

Direktur Eksekutif Koperasi Syariah 212 Ahmad Juwaini pada saat peresmian gerai ke-68 di Cimanggis, Depok, menyampaikan target untuk menambah jumlah gerai 212 Mart hingga mencapai 120 gerai di tahun 2018.

Aksi 212

Aksi 2 Desember atau yang disebut juga Aksi 212 dan Aksi Bela Islam III terjadi pada 2 Desember 2016 di Jakarta, Indonesia di mana sedikitnya dua juta massa dari seluruh Indonesia kembali menuntut Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.

Aksi ini juga dikenal dengan sebutan Aksi Damai 2 Desember.

Aksi tersebut merupakan peristiwa penuntutan kedua terhadap Ahok pada tahun 2016 setelah unjuk rasa sebelumnya terjadi pada 4 November. Pada awalnya, aksi tersebut rencana diadakan pada 25 November, namun kemudian disepakati diadakan pada tanggal 2 Desember 2016.

Aksi ini dilaksanakan di halaman Monumen Nasional, Jakarta dalam keadaan hujan. Jumlah peserta hadir berkisar antara 200 ribu (klaim polisi) hingga jutaan (klaim penyelenggara).

Dari bukti - bukti video yang tersebar di berbagai sosial media dan situs berbagi video melalui tangkapan kamera drone, dapat terlihat bahwa jumlah massa meluas hingga mamadati area Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Dalam aksi ini, sejumlah kegiatan yang dilaksanakan adalah berdoa dan melakukan salat Jumat bersama. Presiden Joko Widodo hadir dalam acara ini dan disambut hangat oleh para peserta aksi.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati