Netral English Netral Mandarin
05:10wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Israel Bantai Rakyat Palestina, Ade Armando: Kebusukan Hamas Tidak Bisa Dijadikan Pembenar Kebiadaban

Selasa, 18-Mei-2021 07:50

Kolase Ilustrasi Hamas dan Ade Armando
Foto : Kolase Netralnews
Kolase Ilustrasi Hamas dan Ade Armando
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando menilai bahwa meskipun Hamas melakukan tindakan busuk, Israel tidak boleh sewenang-wenang, bahkan membabi buta membantai rakyat sipil Palestina. 

Tindakan sewenang-wenang itu jelas sebagai wujud tindakan biadab alias  tidak beradab. 

“Kebusukan Hamas tidak bisa dijadikan pembenar bagi kebiadaban Israel membantai rakyat Palestina,” kata Ade Aramando, Selasa 18 Mei 2021.

Terkait aksi saling serang antara  Hamas dan tentara Israel, sebelumnya diberitakan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menghubungi Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. Ia menegaskan agar Hamas berhenti menembakan roket ke Israel.

Biden menelepon Abbas via telepon pada Sabtu (15/5). Berdasarkan pernyataan resmi Kedutaan Besar AS di Yerusalem, Joe Biden berharap Yerusalem agar bisa menjadi tempat yang damai bagai semua penganut agama.

Selain menelepon Presiden Abbas, Presiden Biden juga berbicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Sabtu malam. Pada percakapan dengan dua pemimpin itu, Joe Biden menyampaikan simpati atas kematian warga sipil yang tak bersalah, serta anak-anak.

Joe Biden berkata akan terus membantu rakyat Palestina dalam bidang kemanusiaan dan ekonomi agar menguntungkan warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza, serta mendukung solusi dua negara (two-state solution) agar konflik berakhir.

Saat menelepon Netanyahu, Biden berjanji akan terus berkomunikasi dalam hari-hari ke depan. Namun, hal yang sama tidak disampaikan Biden kepada Abbas.

Utusan Amerika Serikat telah tiba di Tel Aviv untuk pembicaraan de-eskalasi terkait ketegangan antara Israel dan Palestina yang masih berlanjut.

Dilansir Li[utan6 dari BBC, Sabtu (15/5) utusan AS, Hady Amr akan mengambil bagian dalam pembicaraan dengan pejabat Israel, Palestina serta PBB dengan harapan menyepakati gencatan senjata.

Kedatangan Hady Amr terjadi menjelang pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang bentrok Israel-Palestina pada Minggu (16/5).

Kedutaan Besar AS di Israel mengatakan tujuan perjalanannya adalah untuk "memperkuat kebutuhan untuk bekerja menuju ketenangan yang berkelanjutan".

Namun, seruan kepada para pemimpin Israel dan Palestina sejauh ini gagal menghasilkan kesepakatan gencatan senjata.

Serangan udara Israel di Gaza telah memaksa Timur Tengah masuk dalam agenda Presiden Joe Biden.

Hal ini membuat pemerintahan Biden harus dengan cepat meningkatkan kontribusinya di bidang diplomatik tanpa tim lengkap: meski belum ada calon duta besar untuk Israel.

Hady Amr adalah seorang diplomat tingkat menengah tanpa pangkat seperti yang dipegang oleh utusan khusus di pemerintahan AS sebelumnya, menurut wartawan BBC, Barbara Plett Usher.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli