Netral English Netral Mandarin
20:27wib
Tersangka kasus dugaan penistaan agama, Yahya Waloni menyampaikan permintaan maaf kepada publik, khususnya kalangan Nasrani. Para peneliti menemukan sebuah parasit malaria yang kebal obat di Uganda.
Isu Indonesia Masuk Kategori A1 High Risk dari WHO, Ini Penjelasan Kemenkes

Senin, 28-Juni-2021 13:20

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi .
Foto : kemkes.go.id
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi .
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Baru-baru ini beredar informasi di media sosial dan aplikasi perpesanan mengenai status Covid-19 di Indonesia yang masuk kategori A1 High Risk dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan, informasi tersebut perlu diluruskan karena WHO tidak pernah membuat klasifikasi untuk suatu negara.

Dia jelaskan, pihaknya sudah memverifikasi informasi tersebut kepada WHO dan mendapatkan keterangan bahwa WHO tidak pernah membuat klasifikasi negara dengan predikat A1 dan kode lainnya. 

"Situasi masing-masing negara dilaporkan dalam laporan situasional yang diterbitkan WHO setiap minggu dan dapat diakses publik,” tegas dr Nadia, seperti dalam keterangan tertulis, dilansir dari laman Kemenkes, Senin (28/6/2021).

Dokter Nadia menambahkan bahwa secara umum, sejak 11 Maret 2020, kondisi pandemi diumumkan oleh WHO sebagai pernyataan bahwa seluruh dunia berkategori risiko tinggi (high risk) penyebaran Covid-19.

Dia jelaskan, terkait aturan tentang travel band penumpang asal negara tertentu biasanya dipraktekkan Health Quarantine atau Kantor Kesehatan Pelabuhan atau pemerintah negara tujuan. Dia jelaskan, hal ini sudah merupakan praktik umum dalam International Health Regulations sejak 2005. 

"Jadi, keputusan itu adalah hak masing-masing negara sama seperti saat ini tidak menerima WNA dari India, Pakistan, bahkan kemarin sempat juga dari Inggris,” ujar dr Nadia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP