Netral English Netral Mandarin
12:07wib
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi tentang peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia untuk Minggu 1 Agustus 2021. Seluruh gerai Giant di Indonesia resmi tidak lagi beroperasi di Indonesia mulai hari ini, Minggu (1/8/2021).
Isu Keberagaman Masih jadi Tantangan Bagi Dunia Jurnalistik

Rabu, 16-Juni-2021 22:00

Isu Keberagaman Masih jadi Tantangan Bagi Dunia Jurnalistik
Foto : netralnews
Isu Keberagaman Masih jadi Tantangan Bagi Dunia Jurnalistik
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nilai-nilai keberagaman masih menjadi tantangan tersendiri untuk diwujudkan di era digitalisasi. Salah satunya mewujudkan nilai keberagaman di dalam dunia jurnalistik.

Hal itu menjadi topik pembahasan dalam diskusi bertemakan "Jurnalis di Tengah Gejolak Isu Keberagaman" yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) di Gedung Dewan Pers, Rabu (16/6/2021).

Ketua Umum IJTI, Yadi Hendriana mengingatkan pentingnya peran media dalam dinamika isu keberagaman yang tengah bergejolak.

Baca Juga :

"Sebuah momentum yang baik karena kita dari awal membuat konten, bagaimana kita mengambil konten di lapangan senantiasa memang terkait dengan isu keberagaman, isu keberagaman ini prinsip jurnalistik yang harus dipahami," kata Yadi.

"Semua yang kita lakukan selain apa namanya negara kita terdiri dari beragam agama etnis dan lainnya. Bagaimana kode etik jurnalistik membuat konten dan menyampaikannya," lanjutnya.

Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara (Untar), Ja'far Yoedtadi menilai, insan media masih dihadapkan sejumlah kendala dalam menayangkan produk jurnalistik yang mengangkat tema toleransi.

Kendala itu tak hanya soal konten, tetapi juga tantangan dari internal perusahaan media.

Baca Juga :

"Tantangan jurnalisme keberagaman bisa datang dari pemilik, dari pengiklan," ujarnya.

Menurut dia, masih ada sejumlah media yang tidak menggunakan prinsip keberagaman di dalam menyajikan konten pemberitannya. 

Sementara itu Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi Pers Dewan Pers, Jamalul Insan mengatakan, jurnalis multikultur selalu berspektif terhadap keberagaman.

Menurutnya, pers atau jurnalis harus berperan menjembatani agar kehidupan masyarakat yang multikultur dapat hidup berdampingan.

"Fakta menjadi dasar pemberitaan tetapi tetap mempertimbangkan kemaslahatan masyarakat. Artinya bukan sekedar menyajikan fakta semata. Dalam hal ini, pemberitaan dan kebijakan redaksi harus mencegah munculnya provokasi akibat berita," kata Jamalul Insan.

Jamalul Insan mengatakan, seorang jurnalis wajib memperhatikan sembilan elemen dasar. Yakni,

1. Kewajiban jurnalistik adalah pada kebenaran

2. Loyalitas jurnalisme kepada warga

3. Intisari jurnalisme adalah disiplin dalam verifikasi

4. Menjaga independensi terhadap narasumber

5. Berlaku sebagai pemantau kekuasaan.

6. Menyediakan ruang untuk publik mengadu, kritik dan dukungan.

7. Menyajikan hal penting, menarik dan relevan.

8. Menjaga berita yang komprehensif dan proporsional

9. Mengikuti nurani mereka

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani