3
Netral English Netral Mandarin
20:52 wib
Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap selebgram Millen Cyrus usai terjaring razia di tempat hiburan malam pada Sabtu (27/2) di Jakarta Selatan dalam kondisi positif narkoba. Pemerintah resmi mengeluarkan daftar mobil yang mendapatkan keringanan PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) 0% mulai Senin (1/3) mendatang. Terdapat 21 mobil pajaknya digratiskan.
Rasisme Adalah Musuh Masyarakat, GMKI Minta Polri Tindak Tegas Pelakunya 

Selasa, 26-January-2021 08:30

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI)
Foto : Istimewa
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI)
1

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jefri Gultom mendesak Polri segera bertindak untuk mengusut kasus yang menimpa Aktivis Kemanusiaan Natalius Pigai. Menurutnya, tidak boleh ada pandang bulu dalam setiap tindakan hukum.

Pernyataan ini disampaikan Jefri, menyusul beredarnya isu rasisme di media sosial yang membuat nilai kebangsaan kembali diuji. Akun Facebook yang disinyalir milik Ambroncius Nababan membuat unggahan sebuah foto, yang menyandingkan Mantan Komnas HAM Pigai dengan gambar seekor Gorila.

Kegaduhan muncul karena unggahan tersebut mengandung indikasi rasis. Ambroncius Nababan juga mengawali perdebatan mengenai Vaksin Covid-19 dengan sindiran satire, menggunakan gambar yang memprovokasi.

"Isu rasisme harus disepakati jadi musuh bersama masyarakat Indonesia bahkan dunia. Dalam kasus Rasisme yang dialami Sdr Natalius Pigai harus segera diusut tuntas sehingga tidak menimbulkan adanya kegaduha," jelas dia. 

Menurut GMKI, Polri harus menjadi garda terdepan dalam penindakan setiap rasisme dan diskriminasi sehingga tidak ada lagi masyarakat yang direndahkan atau diusik kepribadiannya. Segala tindak merendahkan harkat martabat setiap individu harus ditindak. 

"Karena setiap manusia pada prinsipnya sama, Negara harus hadir untuk memastikan tidak ada lagi kasus rasisme karena perbuatan tersebut dapat melukai hati korban dan menimbulkan perpecahan yang bisa menjadi masalah serius bagi negara," kata dia.

Jefri sebut, dalam UU Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis Tahun 2008, sejak 2008 kita semua sudah memiliki UU Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Pada pasal 16 UU tersebut disampaikan bahwa setiap orang yang dengan sengaja menunjukkan rasa benci berdasarkan diskriminasi ras dan etnis terancam hukuman pidana penjara paling lama lima tahun atau denda Rp 500.000.000.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP