Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:34wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Isu Vaksin Moderna Ubah DNA Manusia Dipastikan Hoaks dan Menyesatkan

Minggu, 07-Maret-2021 14:15

Vaksin COVID-19 Moderna.
Foto : nellis.af.mil
Vaksin COVID-19 Moderna.
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Beredar postingan di Facebook berupa video berdurasi 12 menit 12 detik oleh akun bernama Jeanette Wilson.

Postingan yang mendapat likes 2 ribu kali menjelaskan sebuah artikel yang didapat dari akun Twitter @naomirwolf, artikel tersebut berisi penjelasan mengenai penemuan dan pengembangan vaksin Moderna, untuk melawan virus.

Pada bagian akhir video tersebut, pada menit ke 00:12:00 – 00:12:06, Jeanette Wilson memberikan kesimpulan setelah membaca keseluruhan artikel tersebut bahwa vaksin Moderna “dirancang untuk mengubah DNA manusia”. 

Dilansir di laman resmi Satgas Penanganan COVID-19 di covid19.go.id, disebutkan bahwa postingan Jeanette Wilson beredar di tengah kondisi vaksinasi yang telah digencarkan oleh pemerintah di berbagai negara.

Setelah dilakukan penelusuran fakta, pernyataan tersebut menyesatkan. Tidak benar bahwa vaksin yang berbasis mRNA seperti Moderna, Pfizer, BioNTech, dapat mengubah DNA manusia. Hoaks serupa juga pernah diunggah di website turnbackhoax.id, di antaranya berjudul “[SALAH] Vaksin Covid-19 berbasis mRNA Dapat Mengubah DNA Manusia” dan “[SALAH] Vaksin COVID-19 Dapat Mengubah DNA Manusia”.

Dilansir dari liputan6.com, salah satu relawan dokter Covid-19 di Indonesia, dr. Muhamad Fajri Adda’i, menyatakan bahwa vaksin yang berbasis mRNA menggunakan protein dari virus yang tidak aktif. Vaksin yang mengandung protein tersebut disuntikkan ke dalam tubuh manusia, yang kemudian membentuk antibodi dan sel-sel imun lain agar dapat melawan virus yang masuk dalam tubuh.

Lebih lanjut, melansir dari artikel dw.com berjudul “Coronavirus vaccines: Fake news and myths go viral”, Institut Paul-Ehrlich, Institut Federal untuk Vaksin dan Biomedis, memberi penjelasan bahwa integrasi RNA ke dalam DNA tidak dimungkinkan karena perbedaan struktur kimianya. Selain itu, belum ada penelitian yang membuktikan mRNA yang bereaksi dalam tubuh setelah divaksinasi, mengubah DNA manusia.

Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa, postingan video Jeanette Wilson adalah HOAX dan termasuk ketegori Konten yang Menyesatkan. 

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP