Netral English Netral Mandarin
18:54wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Jadi Gorengan tapi Pintu Masuk WNA ke RI Tetap Saja Dibuka, Netizen: Jangan Nunggu Ada yang Nyinyir Baru Buka Suara

Selasa, 06-Juli-2021 14:05

Luhut Binsar Pandjaitan dan Presiden Joko Widodo
Foto : Indonews.id
Luhut Binsar Pandjaitan dan Presiden Joko Widodo
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Keberadaan warga negara asing (WNA) masuk ke Indonesia selama pandemi sering menjadi bahan “gorengan” untuk mengkritik pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). 

Meski demikian, hingga kini, pintu masuk WNA ke RI tetap masih dibuka dengan sejumlah alasan.

Tentu saja banyak warganet menyoroti hal itu. Di akun FB Mak Lambe Turah, Selasa 6 Juli 2021, sejumlah netizen menginginkan pihak pemerintah buka suara memberikan sosialisasi yang baik sehingga rakyat paham.

MLT: “Dengerinnnnnn nyooohhh.”

Mei Tampubolon: “Asal dikarantina dulu sih klo menurutku fine fine Aja. Soalnya NZ juga buka sebagian bordernya dengan syarat karantina dulu.”

Mustofa Abu Musa: “Yg jd Masalah kurangnya penjelasan Pemerintah terkait Hal ini, Jangan nunggu ada yg Protes dan nyinyir baru pemerintah buka suara.. Dari awal Pemerintahan Jkw lemah dalam hal Komunikasi dan Sosialisasi kpd Masyarakat,ini harusnya koreksi ..”

Untuk diketahui, Pemerintah Indonesia hingga saat ini masih membuka pintu masuk bagi warga negara asing (WNA), sedangkan aktivitas masyarakat di dalam negeri dibatasi dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Apa alasannya?Hal tersebut ditanyakan wartawan dalam jumpa pers secara daring bersama Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (6/7/2021) siang.

"Pemerintah hingga saat ini belum menutup pintu masuk untuk WNA ke Indonesia. Jadi ada masyarakat yang merasa tidak adil akivitasnya di dalam negeri dibatasi, sedangkan WNA dari luar masih masuk. Apa faktor yang membuat pemerintah hingga saat ini masih membuka pintu masuk WNA di tengah darurat COVID?" demikian pertanyaan wartawan tersebut.

Luhut pun menjawab persoalan tersebut. Menurutnya, semua WNA yang masuk ke Indonesia sudah mengikuti prosedur yang berlaku.

"Semua orang asing yang datang ke Indonesia itu harus punya vaccine card. Tidak boleh orang datang ke Indonesia itu belum dapat vaksin 2 kali," kata Luhut.

Luhut menjelaskan WNA yang masuk ke Indonesia sebelumnya sudah menjalani swab PCR di negara asalnya. Jika hasilnya negatif, barulah bisa meneruskan perjalanan ke negara tujuan, termasuk Indonesia. Setiba di Indonesia, WNA juga harus menjalani swab PCR kembali.

"Kalau sudah PCR negatif, dia datang ke Indonesia dia nanti di-PCR lagi dan dia tinggal selama 8 hari di karantina. Setelah itu, dia di-PCR lagi, kalau dia negatif baru bisa keluar," jelas Luhut.

Menurut Luhut, prosedur yang dilakukan itu sama dengan yang dilakukan negara lain.

"Hanya, ada yang 8 hari (karantina), tergantung negaranya. Ada yang 14 hari, ada yang 21 hari. Nah kita melihat dari hasil studinya dari negara-negara yang kita anggap cukup baik itu kita berikan 8 hari," jelasnya.

"Jadi sebenarnya nggak ada yang aneh. Jadi kalau ada yang asal ngomong ya ndak ngerti masalahnya jangan terlalu cepat ngomong. Itu masalahnya. Jadi kita kan mesti memperlakukan sama dengan apa yang anu... resiprokal. Dunia lain lakukan begitu kira harus lakukan begitu. Nggak bisa dong bernegara itu lu mau gua nggak mau. Nggak bisa begitu," kata Luhut menegaskan seperti dinukil detik.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P