Netral English Netral Mandarin
17:06wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Jadi Peluang di tengah Pandemi, Ibu Rumah Tangga di Siak Olah Biji Durian Jadi Keripik

Sabtu, 17-Juli-2021 08:00

Keripik biji durian.
Foto : cookpad.com
Keripik biji durian.
14

PEKANBARU, NETRALNEWS.COM - Puluhan ibu rumah tangga di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, mengolah biji durian menjadi keripik yang renyah dan gurih sehingga banyak disukai pembeli di daerah itu.

"Sejak awal tahun 2021 produksi keripik biji durian mulai marak di Siak, Riau. Kuliner tersebut dipasarkan di beberapa gerai oleh-oleh dan pada acara-acara tertentu, dengan harga per bungkus terjangkau Rp10 ribu," kata Kepala Bidang Pengembangan Sumberdaya Pariwisata (PSDP), Dispar Provinsi Riau, Ridho Adriansyah di Pekanbaru, Jumat (16/7/2021).

Dampak dari banyaknya pelanggan yang membeli keripik biji durian itu, maka sejak tahun terakhir kaum ibu antusias mengolah biji durian untuk dijadikan keripik karena penjualannya bisa menambah pendapatan ekonomi keluarga di tengah pandemi COVID-19.

"Ibu-ibu di daerah itu mengutip limbah biji durian secara gratis dari sejumlah pedagang durian karena biasanya dibuang begitu saja ke dalam tong sampah bersama kulit durian. Kemudian, biji itu dibersihkan dan direbus air panas setelah itu, didinginkan," katanya.

Setelah melalui proses pendinginan, katanya kulit biji durian dikupas, lalu daging biji durian yang berwarna putih itu, dipotong tipis-tipis, kemudian digoreng dalam wajan saat minyak mendidih.

Selanjutnya, setelah selesai digoreng, keripik biji durian ditaburi garam dan bumbu penyedap rasa dan selanjutnya baru dikemas ke dalam plastik setelah dingin.

"Penjualan keripik biji durian diyakini bisa menambah pendapatan keluarga maka Dinas Pariwisata Provinsi Riau dan Dispar Siak, telah memberikan pembinaan dan mempromosikan usaha keripik itu. Pembinaan diberikan dalam bentuk bagaimana cara mengolah secara higienis, mengemas dengan menarik dan cara-cara mempromosikan produk tersebut ke media sosial," kata Ridho, seperti dilansir dari Antara.

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP