Netral English Netral Mandarin
15:40wib
Amerika Serikat mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia karena angka penularan infeksi virus corona (Covid-19) yang dinilai tinggi dan kemungkinan adanya serangan teror. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSD Wisma Atlet mulai mengalami peningkatan pada 3-4 pekan pasca-Lebaran. BOR RS sudah mencapai 75,19 persen.
Jaga Stabilitas Pangan Selama Ramadhan, Politisi Gerindra Minta DKI Gelar Operasi Pasar

Minggu, 11-April-2021 17:20

Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Adi Kurnia
Foto : Istimewa
Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Adi Kurnia
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Adi Kurnia meminta Pemprov DKI Jakarta menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok beragam jenis selama bulan Ramadan.

Upaya tersebut perlu dilakukan, agar tidak semakin membebani masyarakat di masa pandemi Covid-19 saat ini. 

"Kestabilan harga pangan harus bisa tetap terjaga selama Ramadan dan Lebaran," kata Adi Kurnia Setiadi. 

Menurut Adi, sejumlah komoditas yang perlu diantisipasi kenaikan harganya yakni, daging sapi, daging ayam, beras, hingga cabai. 

Adi melanjutkan, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di klaster pangan yaitu, PT Food Station Tjipinang Jaya, Perumda Dharma Jaya, dan PD Dharma Jaya juga harus terus berkolaborasi dan bersinergi menjaga kestabilan harga pangan di ibu kota. 

Adi menuturkan, harus ada Operasi Pasar agar harga-harga komoditas bisa tetap stabil dan masyarakat dapat membeli kebutuhannya dengan harga terjangkau. 

"Operasi Pasar bisa melibatkan Bulog hingga stakeholder lainnya," ujar Adi. 

Tak hanya itu, dalam menjaga agar pasokan pangan aman, dirinya menegaskan harus ada upaya preventif aparat terkait untuk mengantisipasi penimbunan bahan pangan. 

"Harus ada upaya preventif dan rencana aksi jika ada kenaikan signifikan harga komoditas," ujar Adi.

"Bisa juga menggandeng pihak kepolisian untuk melakukan tindakan jika ada spekulan atau penimbun yang bermain dengan memanfaatkan momen Ramadan dan Lebaran," sambungnya. 

Adi berharap, BUMD di klaster pangan juga mengutamakan produk-produk lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Jakarta.

 "Ini perlu dilakukan agar petani-petani dan peternak kita semakin sejahtera," tutur dia. 

Adi yang juga Ketua DPD BPPKB Banten Provinsi DKI Jakarta menambahkan, sekitar 50 persen anggotanya beraktivitas di pasar dengan menjadi pedagang. 

Untuk itu, Adi meminta anggota BPPKB Banten di DKI Jakarta untuk ikut menjaga kondusifitas selama Ramadan dan Lebaran di Jakarta.

 "Kita ingin Ramadan dan Lebaran ini aman serta kondusif, termasuk di lingkungan pasar," demikian kata Adi.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati