Netral English Netral Mandarin
09:25wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Jagat Twitter Diramaikan dengan Tagar Tenggelamkan Demokrat, FH: Saya Prihatin

Rabu, 28-Juli-2021 19:16

Ferdinand Hutahaean
Foto : Istimewa
Ferdinand Hutahaean
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Jagat media sosial Twitter sejak Rabu (28/7/2021) pagidiramaikan dengan tagar 'Tenggelamkan Demokrat'.

Hal ini berawal dari protes netizen terhadap beberapa pernyataan kader Demokrat yang mencuat belakangan ini.

Salah satunya pernyataan Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief yang menyatakan perang kepada buzzer.

"Terhadap Buzzerp kita nyatakan perang, karena negara rusak belakang ini karena mereka," tulis Andi Arief di akun Twitternya.

Ungkapan itu sebagai respons atas berbagai tudingan kepada Partai Demokrat termasuk Ketua Majelis Tinggi dan Presiden Indonesia keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang disebut telah mobilisasi masa untuk aksi 'Jokowi End Game

Terkait hal itu mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean (FH) ikut mengomentari dan mengaku prihatin dengan kemuncul tagar TenggelamkanDemokrat tersebut.

"Saya prihatin munculnya tagar #TenggelamkanDemokrat , ini akibat komunikasi politik yang ofensif sebelum masanya," tulis Ferdinand di akun Twitternya, Rabu (28/7/2021).

Di akhir cuitan, Ferdinand juga menyayangkan ajakan perang kepada rakyat.

"Rakyat koq diajak perang..!!

Reporter : Sesmawati
Editor : Nazaruli