Netral English Netral Mandarin
05:00wib
Hampir seluruh negara di dunia meningkatkan pembatasan Covid-19 ketika kasus varian Delta melonjak, yang tidak sedikit orang menentangnya. Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa bahu-membahu berupaya melawan pandemi Covid-19.
Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin Mau Dibongkar, Musni Protes: Ayo Kita Belajar ke China

Kamis, 17-Juni-2021 16:00

Sosiolog sekaligus Rektor Universitas Ibnu Chadlun (UIC) Musni Umar
Foto : Jalur info
Sosiolog sekaligus Rektor Universitas Ibnu Chadlun (UIC) Musni Umar
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sosiolog Musni Umar memprotes rencana pembongkaran jalur sepeda permanen di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat yang dibahas dalam Rapat Komisi III DPR dengan Kapolri. 

"Media beritakan jalur sepeda permanen di jl Sudirman-Thamrin mau dibongkar. Saya protes," tulis Musni di akun Twitternya, Rabu (16/6/2021).

Alasan Musni memprotes karena menurutnya penataan DKI Jakarta merupakan kewenangan Anies Baswedan selaku kepala daerah. Hal tersebut, katanya telah diatur undang-undang. Namun begitu, ia tidak merinci lebih jauh soal UU dimaksud.

"Ada UU yang memberi kewenangan Kepala Daerah untuk menata daerahnya," kata Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) itu.

Selain itu, Musni Umar menilai kalau keberadaan jalur sepeda permanen di Jalan Sudirman-Thamrin memberikan manfaat bagi warga Jakarta.

Musni lantas menyarankan agar pihak- pihak yang ingin membongkar jalur sepeda untuk belajar ke China soal bagaimana negara tirai bambu itu mengatur pesepeda di jalan raya."Jalur sepeda bermanfaat untuk melatih warga gunakan sepeda untuk melakukan kegiatan selain olahraga. Ayo kita belajar ke China," cuit @musniumar.

Sebelumnya diberitakan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo setuju dengan usulan pimpinan Komisi III DPR agar jalur sepeda permanen di ruas Jalan Sudirman-Jalan Thamrin dibongkar.

"Prinsipnya terkait dengan jalur sepeda, kami akan terus mencari formula yang pas, kami setuju untuk masalah yang permanen itu nanti dibongkar saja," kata Sigit pada rapat Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Jenderal Sigit mengaku akan melakukan studi banding ke negera yang mempunyai jalur sepeda. Soal jam dan luasan jalur sepeda, Jenderal Sigit mengatakan akan berkoordinasi dengan Kemenhub dan Pemprov DKI Jakarta.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan Rp28 miliar untuk membuat jalur sepeda permanen sepanjang 11,2 kilometer tersebut.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati