3
Netral English Netral Mandarin
14:13 wib
Jajaran pengurus dan kader Partai Demokrat se-Sumatera Utara menolak penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) ilegal yang kabarnya digelar di salah satu hotel di Kabupaten Deli Serdang. Presiden Jokowi meminta Kementerian Perdagangan untuk gencar mengkampanyekan slogan cinta produk-produk Indonesia, sekaligus benci produk luar negeri.
Jangan Lewat Jalan Ini, Banjir hingga 60 Sentimeter

Kamis, 18-Februari-2021 15:00

Banjir terjadi di Mampang.
Foto : Antara
Banjir terjadi di Mampang.
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -Beberapa wilayah di Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan tergenang air dengan ketinggian mencapai 60 cm, akibat curah hujan yang tinggi dan meluapkan air di sejumlah kali, Kamis siang, (18/2/2021).

Camat Mampang Prapatan Djaharuddin menginformasikan, genangan terpantau terjadi di sejumlah titik, yakni Jalan Kemang Raya, RW 04 Kelurahan Bangka, Kemang Utara IX, Pela Mampang, Pondok Karya, Pondok Jaya, dan Tegal Parang.

"Saya sudah monitor di grup kelurahan, memang ada beberapa genangan terjadi di sejumlah titik, ketinggiannya sampai 60 cm," kata Djaharuddin.

Menurut Djaharuddin, genangan disebabkan oleh curah hujan yang tinggi ditambah luapan Kali Krukut dan Kali Mampang.

Curah hujan tinggi tercatat pada alat ombrometer yang terdapat di Kantor Kecamatan Mampang Prapatan.

"Kita amati curah hujan memang tinggi, angkanya mencapai 35 milimeter sudah gerimis, bisa jadi di awal tadi 50 milimeter," kata Djaharuddin.Ia mengatakan hujan mulai mengguyur wilayah Mampang Prapatan sekitar pukul 13.00 WIB dengan intensitas dan curah yang tinggi.

Akibat genangan tersebut, ada beberapa jalan yang sulit dilalui kendaraan seperti di depan Kantor Kecamatan Mampang Prapatan, di Jalan Raya Kemang depan Mamma Rossy.

"Kita kerahkan petugas PPSU dan Pasukan Biru Sudin SDA untuk membersihkan tali-tali air guna memperlancar air masuk ke saluran utama," kata Djaharuddin.

Selain itu, Djaharuddin juga telah menginformasikan para lurah, RT dan RW untuk mengaktifkan balai RW sebagai tempat pengungsian bagi warga apabila ketinggian air sudah tidak bisa ditoleransi.

Dilansir Antara, hingga berita ini diturunkan, air masih menggenang di sejumlah wilayah tersebut. Pompa air belum bisa dioperasikan karena kondisi muka air di Kali Krukut maupun Kali Mampang juga sedang naik.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani