Netral English Netral Mandarin
00:46wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Jangan Sampai Ulah Oknum TNI AU Menutup Semua Langkah Baik TNI di Papua Selama Ini

Rabu, 28-Juli-2021 22:29

Anggota Komisi I DPR, Irine Yusiana Roba Putri
Foto : DPR.goid
Anggota Komisi I DPR, Irine Yusiana Roba Putri
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota Komisi I DPR, Irine Yusiana Roba Putri, mengapresiasi langkah cepat TNI AU dalam melakukan proses hukum terhadap anggotanya yang menginjak kepala seorang warga Papua. Ia pun meminta TNI AU menunjukkan proses hukum yang transparan.“Melihat sejarah panjang keterlibatan militer di Papua, jangan sampai peristiwa ini menjadi preseden buruk pemerintahan hari ini, apalagi menjadi isu internasional. Oleh karena itu, proses hukum dan investigasi yang transparan adalah keharusan,” kata Irine di Jakarta, Rabu (28/7/2021).

Irine menambahkan, mengingat konteks khusus Papua, TNI juga perlu melakukan pembinaan khusus terhadap aparatnya di Papua dalam berinteraksi dengan warga, supaya peristiwa serupa tidak terulang dan persepsi masyarakat terhadap TNI semakin membaik.“Kita semua, dari berbagai kalangan, peduli terhadap kasus ini karena khawatir ini menjadi gangguan stabilitas keamanan di Papua. Ini bisa menjadi awal bagi upaya ekstra TNI meningkatkan kepercayaan rakyat Papua terhadap dirinya. Bagaimanapun, TNI adalah milik rakyat dan memihak kepentingan rakyat,” ujarnya.  Lebih jauh, Irine juga menggarisbawahi bahwa banyak anggota militer yang baik dan bertugas dengan dengan profesional di Papua. “Jangan sampai satu peristiwa ini menutup semua langkah baik yang selama ini telah dilakukan TNI,” pungkas politisi PDIP itu.

Sebelumnya, Diberitakan sebelumnya, video aksi kekerasan yang dilakukan dua oknum prajurit TNI AU POM Lanud Yohanes Abraham Dimara Merauke terhadap seorang pria viral di media sosial, Selasa (26/7/2021).

Dalam video berdurasi 1:20 menit, terlihat dua anggota berseragam TNI AU sedang mengamankan seorang pria. Salah satu dari anggota TNI AU itu kemudian terlihat menginjak kepala pria tersebut dengan menggunakan sepatu boots.

Aksi kekerasan dua oknum TNI AU menuai kecaman dari berbagai pihak. Banyak yang mendesak agar keduanya dipecat. 

Merespons kejadian itu, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo menyampaikan permintaan maaf. 

"Saya selaku Kepala Staf TNI AU ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesarnya kepada seluruh saudara kita di Papua khususnya warga di Merauke, dan khusus lagi kepada korban dan keluarganya," kata Fadjar dalam rekaman video yang diunggah dalam akun Twitter @_TNIAU, Selasa (27/7/2021) malam.

Fadjar juga mengakui bahwa insiden tersebut murni karena kesalahan anggotanya. Ia menegaskan bakal menindak tegas dua anggota TNI AU yang ada dalam video tersebut.

"Hal ini semata-mata terjadi memang karena kesalahan dari anggota kami dan tidak ada niatan apapun juga. Apalagi dari berupa perintah kedinasan," ujarnya.

"Sekali lagi saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang setinggi-tingginya. Mohon dibuka pintu maaf. Hanya itu yang ingin saya sampaikan. Terima kasih," ucap Fadjar.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati