Netral English Netral Mandarin
10:48wib
Pemerintah akan mengubah tata laksana penggunaan obat untuk para pasien Covid-19 guna mengantisipasi virus corona varian Delta berdasarkan usulan lima organisasi profesi kedokteran. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di sejumlah wilayah kabupaten/kota tertentu mulai 3 hingga 9 Agustus 2021.
Jangan Sembarang Suntik Vitamin, Bisa Fatal Akibatnya

Sabtu, 19-Juni-2021 07:00

Suntik vitamin C banyak dilakukan masyarakat.
Foto : Halodoc
Suntik vitamin C banyak dilakukan masyarakat.
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Saat ini banyak orang melakukan suntik vitamin C sekadar untuk meningkatkan daya tahan tubuh. 

Dr. Robert Sinto, SpPD-KPTI, dokter konsultan Tropik Infeksi RSCM mengatakan pada dasarnya tidak ada syarat khusus untuk bisa menerima suntikan vitamin, namun perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan injeksi.

"Setiap vitamin itu kan ada pertimbangan masing-masing dari dokter yang merawat, pada dasarnya vitamin itu dibutuhkan oleh tubuh jadi sifatnya aman. Tapi untuk tujuan-tujuan tertentu kalau memang sudah memiliki penyakit kronik lama baiknya dikonsultasikan dulu ke dokter demi keamanan bersama," kata dr Robert, dalam siaran persnya, Sabtu, (19/6/2021).

Suntik vitamin beberapa tahun belakang cukup populer di kalangan masyarakat selain untuk meningkatkan kekebalan tubuh secara cepat, injeksi juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan vitamin tubuh.

Suntik vitamin memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan suplemen tablet, di antaranya adalah langsung masuk ke aliran darah, meningkatkan kadar vitamin dalam waktu cepat dan aman bagi lambung. 

"Kalau butuh efek yang cepat, kita sedang dalam keadaan yang tidak fit, untuk mendapat efek yang lebih cepat perlu diberikan suntikan dibandingkan dengan minum suplemen," ujar Robert. 

Ia mengatakan bila seseorang membutuh dosis vitamin yang besar dan menaikkan kadar vitamin dalam waktu cepat disarankan untuk segera melakukan injeksi. Akan tetapi jika ada yang memilih untuk meminum suplemen pun tidak masalah, hanya saja dapat menimbulkan ketidaknyamanan.

"Kalau kita perlu dalam jumlah yang besar, yang tidak mungkin dipenuhi dengan suplemen. Misalnya butuh 16 tablet vitamin C sehari, itu kan mustahil untuk memberikan kenyamanan pada pasien maka diberikan dalam bentuk suntikan," kata Dr. Robert.

"Hal-hal praktis seperti itu yang bisa jadi pertimbangan kapan perlu injeksi atau kapan memilih obat minum," imbuhnya.

Dr. Robert mengingatkan untuk selalu berkonsultasi pada dokter sebelum melakukan suntik vitamin, apalagi jika seseorang memiliki riwayat alergi. Hal lain yang perlu diperhatikan ada tidaknya masalah medis khusus, sebab ini akan berpengaruh pada efek sampingnya.

"Jadi kalau sebelumnya pernah ada riwayat disuntik vitamin yang sama dan alergi, jangan diulang dengan pemberian jenis ini. Yang kedua, kalau ada masalah medis khusus, masalah medis kronis boleh berkonsultasi juga," ujar Dr. Robert.

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Wahyu Praditya P