3
Netral English Netral Mandarin
17:30 wib
Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan korupsi Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dalam sejumlah proyek infrastruktur lainnya di Sulsel. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan program vaksinasi mandiri atau gotong royong tidak ditujukan untuk komersil.
Kenang Jalaludin, EK: Jangan Tutupi Buruknya Akhlakmu dengan Ibadah yang Banyak, Tutupilah...

Selasa, 16-Februari-2021 07:15

Kenang Jalaludin, Eko Kuntadhi kutip pernyataannya, Jangan Tutupi Buruknya Akhlakmu dengan Ibadah yang Banyak, Tutupilah...
Foto : Jalaludin Rahmat
Kenang Jalaludin, Eko Kuntadhi kutip pernyataannya, Jangan Tutupi Buruknya Akhlakmu dengan Ibadah yang Banyak, Tutupilah...
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pakar ilmu komunikasi Jalaluddin Rakhmat meninggal pada Senin (15/2/2021) pukul 15.45 WIB. Sebagai bentuk penghormatan, pegiat media sosial Eko Kuntadhi mengutip pernyataan Jalaludin.

"Jangan tutupi buruknya akhlakmu dengan ibadah yang banyak. Tutupilah kurangnya ibadahmu dengan akhlak yang baik," kata Eko menirukan kata-kata Jalaludin.

Ia juga meretweets akun Kabar Cinta @Haidar_Bagir yang menyatakan: "Kang Jalaluddin Rakhmat bukan cuma seseorg yg cerdas & meluas ilmunya, melainkan juga pencinta & penolong dhu'afa, serta pendidik yg concern dg kualitas pendidikan anak bangsa. Semoga Allah lipatgandakan amal2 salehnya & ampuni segala dosanya. Antum saabiquun wa nahnu laahiquun.."

Untuk diketahui, Pakar ilmu komunikasi Jalaluddin Rakhmat meninggal dunia di Rumah Sakit Santosa, Kota Bandung pada Senin (15/2/2021) pukul 15.45 WIB.

"Kami masih koordinasi soal pemakaman," ujar Ketua PW Jamaah Ahlulbait Indonesia (Ijabi) PW Jabar Sutrasno seperti dinukil Kompas.com, Senin.

Kemungkinan besar, almarhum akan dimakamkan di makam keluarga di Rancaekek dekat dengan sekolah Muthahari.

Sutrasno mengatakan, almarhum sempat dirawat selama 10 hari karena penyakit diabetesnya. Almarhum juga mengeluhkan sesak napas. Selain dikenal sebagai cendekiawan dan pakar ilmu komunikasi, Jalal juga diketahui sebagai politisi dari PDI-P.

Setelah lama menjadi dosen di Universitas Padjadjaran, pada tahun 2014 dia terpilih menjadi anggota DPR-RI periode 2014-2019. Di DPR dia menjadi anggota Komisi VIII.

Salah satu yang ia perjuangkan adalah hak kelompok minoritas. Ada mimpi yang tengah diperjuangkan Jalaluddin yakni membangun pesantren.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto