Netral English Netral Mandarin
banner paskah
03:18wib
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyetujui penggunaan izin darurat (emergency use authorization/EUA) vaksin Covid-19 Sinopharm dengan efikasi 78,1 persen. Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa mudik Lebaran 2021, baik itu jarak jauh maupun jarak dekat, tetap ditiadakan.
Januari hingga Maret 2021, Wisman yang Kunjungi Sumut Hanya 85 Orang, Anjok 99 Persen

Selasa, 04-Mei-2021 10:30

Danau Toba di Sumatera Utara.
Foto : Istimewa
Danau Toba di Sumatera Utara.
1

MEDAN, NETRALNEWS.COM - Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Sumatera Utara hingga triwulan I 2021 masih 85 orang seiring merebaknya pandemi COVID-19.

"Jumlah wisman di triwulan I masih 85 orang atau turun 99,27 persen dari periode sama 2020 yang mencapai 44.030 orang," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi, di Medan, Senin (3/5/2021).

Jumlah wisman yang masuk melalui Bandara Bandara Kualanamu misalnya hanya tinggal 73 orang dari periode sama 2020 yang 41.062 orang.

Kemudian dari Pelabuhan Belawan hanya 12  dari 19 orang di triwulan I 2020.

"Hanya dari pintu Bandara Kualanamu dan Pelabuhan Belawan yang ada masuk wisman, sedangkan dari Bandara Silangit dan Pelabuhan Tanjungbalai Asahan nihil," katanya.

Pada triwulan I 2020, wisman yang masuk melalui Bandara Silangit masih ada  2.071 orang dan dari Tanjungbalai Asahan 878 orang.

Ada pun wisatawan asing yang masuk ke Sumut selama triwulan I 2021 antara lain dari Amerika Serikat, Republik Rakyat Tiongkok, Malaysia, Filipina, Vietnam, Singapura, Belanda, Australia, dan Turki.

"Diprediksi jumlah wisman masih terbatas karena pandemi COVID-19 masih berlangsung di berbagai negara," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumut, Solahuddin Nasution, mengatakan, bisnis perjalanan wisata/travel masih belum pulih karena pandemi COVID-19 masih berlangsung.

"Hampir semua negara juga masih belum membuka negaranya untuk menerima wisatawan, kecuali untuk perjalanan tertentu seperti perjalanan dinas, diplomatik, dan hal-hal tertentu lainnya. Jadi wajar saja jumlah wisman masih anjlok dan otomatis bisnis perjalanan wisata masih stagnan," imbuhnya.

 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP