Netral English Netral Mandarin
19:32wib
Hingga matchday kedua Euro 2020 (Euro 2021) terdapat satu negara yang sudah dipastikan tersingkir dari ajang sepak bola antarnegara paling bergengsi di Benua Biru yaitu Makedonia Utara. Indonesia sedang didera lonjakan kasus Covid-19 di sebagian besar daerah. Peningkatan kasus ini terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit oleh pasien Covid-19.
Jasa Raharja Tegaskan Tak Ada Jaminan Asuransi Bagi yang Nekat Mudik Pakai Travel Gelap

Kamis, 06-Mei-2021 20:30

Kecelakaan mobil.
Foto : Twitter TMC Polda Metro Jaya
Kecelakaan mobil.
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Budi Rahardjo menegaskan tidak akan memberikan jaminan asuransi maupun santunan bagi korban kecelakaan yang merupakan penumpang travel gelap.

“Travel gelap itu tidak dijamin Jasa Raharja kalau terjadi musibah kecelakaan, khususnya kecelakaan tunggal," kata Budi dalam konferensi pers secara daring, Kamis (6/5/2021).

Budi mengatakan, hanya memberikan jaminan asuransi kepada penumpang transportasi umum yang menggunakan jasa angkutan berbadan hukum resmi. Menurut dia, data penumpang travel gelap tidak terpantau oleh Jasa Raharja.

Dalam skema pembayaran nilai santunan kecelakaan, Budi menjelaskan, Jasa Raharja melakukan dari pintu ke pintu atau door to door dengan langsung menghubungi pemilik dari agen perjalanan tersebut.

"Kalau travel gelap yang namanya gelap kan kita tidak tahu. Jadi itu yang jelas tidak terpantau atau tidak terdaftar di Jasa Raharja. Setiap kasus kecelakaan tunggal itu tidak dijamin oleh Jasa Raharja atau oleh pemerintah," tegasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah telah memberlakukan larangan mudik mulai hari ini, 6 Mei, hingga 17 Mei 2021. Untuk menghalau pemudik, Kementerian Perhubungan dan Tim Gabungan dari Operasi Ketupat 2021 oleh Polri telah mendirikan sebanyak 381 titik posko pengendalian transportasi Lebaran untuk menghalau pemudik di sepanjang Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Sebagai informasi, Jasa Raharja mengalami penurunan total penyerahan nilai santunan dari Rp 2,703 triliun pada 2019 menjadi Rp 2,334 triliun pada 2020.

“Ini akibat pandemi Covid-19 yang membuat mobilitas masyarakat menurun,” kata Budi Rahardjo.

Ia mengakui, jumlah korban kecelakaan makin turun karena ada pembatasan kegiatan sosial selama pandemi Covid-19. 

 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP