Netral English Netral Mandarin
02:38wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Jasad Tuti-Amalia Diautopsi 2 Kali, Tak Disangka untuk Ungkap Ini, Netizen: Bakal Seru nih

Selasa, 05-Oktober-2021 07:05

Ilustrasi kasus pembunuhan ibu-anak di Subang
Foto : iNews.id
Ilustrasi kasus pembunuhan ibu-anak di Subang
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Proses autopsi Tuti dan Amalia korban pembunuhan di Subang dilakukan kedua kalinya ternyata untuk mengungkap kesesuaian antara bukti yang ditemukan dengan kondisi jasad. Dengan demikian, polisi saat ini sebenarnya sudah mengantongi pola kasus pembunuhan tersebut. 

Banyak warganet menanggapi kabar tersebut. Di akun FB Mak Lambe Turah, Selasa 5 Oktober 2021, banyak netizen gemas dan menanti akhir dari kausus tersebut. 

MLT: “Kalau dalam aturannya tgl 18 itu sudah harus ada tersangka... waiting... bakal seru gaess.”

Johni Salim: “Semoga aj cepat selesai.”

Kei Handaya: "Ntar kalo judulnya sdh "pelaku pembunuhan adalah si A" mungkin baru buka link."

Astanti Arum: “Ary Yoland ... Knp lama bngt ... Knp ngk ketangkap... Ketangkap.”

Abe Rahmand: “Andai dokter ma'moen masih idup...”

Untuk diketahui, jasad Tuti dan Amalia, korban pembunuhan ibu dan anak di Subang kembali menjalani proses autopsi hingga dua kali.

Sebelumya, pada tanggal 18 Agustus 2021, tepat setelah korban ditemukan tewas, jasad Tuti dan Amalia sempat diautopsi di Rumah Sakit Sartika Asih Bandung.

Hal itu dilakukan tim Polres Subang untuk penyelidikan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Setelah 45 hari berlalu, tim dari Mabes Polri tiba-tiba mengerahkan tim untuk menggali kembali kuburan Tuti dan Amalia.

Bahkan tim Mabes Polri mengerahkan belasan ahli forensik untuk membedah kembali jasad Tuti dan Amalia.

Salah seorang ahli forensik yakni dr Hastry pun dikerahkan oleh pihak kepolisian.

Polres Subang dibantu Polda Jawa Barat dan tim Mabes Polri melakukan autopsi ulang pada jasad Tuti dan Amalia, pada Sabtu (2/10/2021).

Proses autopsi ulang ini dilakukan dari siang hingga malam hari. Autopsi digelar secara tertutup. tenda hitam berukuran 3x4 meter dipasang di makam.

Seperti dinukil TribunnewsBogor.com dari akun Instagram hastry_forensik, tampak dr Hastry tengah mengenakan seragam khusus warna biru.

Kemudian, bersama rekan-rekan yang lain, dr Hastry pun masuk ke dalam ruangan yang ditutupi tenda hitam di dekat makam.

Bersama ahli forensik lain, dr Hastry memulai untuk autopsi jenazah Tuti dan Amalia.

"Bismillah, mulai merumput lagi," tulis dr Hastry, Sabtu (2/10/2021).

Setelah pukul 17.00 WIB, dr Hastry pun memberi kabar kalau autopsi selesai.

Menurut sang ahli forensik ini, ia yakin kalau penyebab sebenarnya kematian Tuti dan Amalia yang tewas itu akan segera terungkap.

Tak hanya itu, pelaku pembunuhan keji ibu dan anak di Subang tersebut juga akan terbongkar.

"Alhamdulillah, ini baru selesai TKP Subang. Pasti terungkap," tegas dr Hastry.

Alasan Diautopsi Ulang

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A Chaniago mengungkapkan alasan Polisi melakulan autopsi ulang jenazah Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.

Dikatakan Erdi, autopsi dilakukan untuk mencocokan dengan bukti dan petunjuk baru yang dimiliki penyidik.

"Jadi, kenapa kita lakukan autopsi lagi, karena kita sedang mencari kesesuaian antara bukti dan petunjuk yang telah kita temukan yang baru dengan penyebab kematian," ujar Erdi A Chaniago, seperti dilansir TribunnewsBogor.com, Senin (4/10/2021).

Dari autopsi itu, kata dia, diharapkan adanya petunjuk baru terkait penyebab luka pada tubuh korban sebelum meninggal dunia.

"Kita tentunya ingin melihat lagi luka korbannya itu seperti apa. Apakah berasal dari benda tumpul atau benda tajam atau penyebab lainnya," katanya.

Dari autopsi ini, kata dia, nantinya akan ketahuan apakah korban sempat melakukan perlawanan atau tidak.

"Apakah itu ada perlawanan atau tidak, nanti itu kan dari autopsi kelihatan," ucapnya.

Hasil autopsi ulang ini, kata Erdi sudah diperoleh, namun belum bisa dipublikasikan.

"Tentunya hasilnya seperti apa, itu masih menjadi konsumsi internal penyidik," katanya.

Polisi Kembali Datangi TKP

Setelah hasil autopsi sudah dikantongi, polisi kembali mendatangi TKP pembunuhan di Dusun Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang Jawa Barat.

Puluhan polisi berpakaian preman kembali ke TKP pada Minggu (3/10/2021) sore.

Menurut pantauan Tribun di lapangan, pada pukul 14.00 WIB terlihat puluhan anggota kepolisian dengan berpakaian preman kembali datang ke lokasi perampasan nyawa ibu dan anak di Subang.

Sampai kini, belum ada informasi lanjutan terkait dengan datangnya polisi berpakaian preman ke TKP ini.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli