Netral English Netral Mandarin
08:22wib
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memastikan keamanan ibu kota negara (IKN) baru akan disiapkan semaksimal mungkin. Indonesia kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19 pada pertengahan Januari 2022.
Jawab Kemauan Buzzer, Mahfud Sebut Posisi MUI Kuat, Tak Bisa Dibubarkan

Minggu, 21-November-2021 07:30

Menkopolhukam, Mahfud MD
Foto : Istimewa
Menkopolhukam, Mahfud MD
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud Md mementahkan keinginan sekelompok netizen yang ditengarai sebagai buzzer bayaran atau yang akrab disebut BuzzerRp, yang menginginkan agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) dibubarkan.

Kehendak itu mereka lambungkan melalui tagar #bubarkanMUI yang sempat trending di Twitter, Selasa (16/11/2021) lalu.

Menurut Mahfud, kekuatan hukum MUI sangat kokoh, sehingga wacana pembubaran lembaga ini tak realistis dan sulit terwujud.

"Merespons penangkapan tiga terduga teroris yang melibatkan oknum MUI, jangan berpikir bahwa MUI perlu dibubarkan. Itu semua provokasi yang bersumber dari khayalan, bukan dari pemahaman atas peristiwa," kata Mahfud melalui akun Twitter-nya, @mohmahfudmd, Sabtu (20/11/2021).

Menurut mantan ketua MK itu, kedudukan MUI sangat kokoh karena sudah disebut di dalam beberapa peraturan perundang-undangan. Misalnya di dalam Undang-undang (UU) Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (pasal 1.7 dan pasal 7.c). Juga di pasal 32 ayat (2) UU Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.

"Posisi MUI kuat, tak bisa sembarangan dibubarkan," ujar dia.

Mahfud mengingatkan publik agar siapapun jangan memprovokasi dengan mengatakan bahwa pemerintah via Densus 88 Antiteror menyerang MUI. Menurut dia, teroris bisa ditangkap di manapun.

"Kalau aparat diam dan terjadi sesuatu, nanti dituding kecolongan. Semuanya akan ada proses hukum dan pembuktian secara terbuka," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri menangkap tiga ustaz di sejumlah wilayah di Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/11/2021). Mereka adalah Ketua Umum Partai Da’wah Rakyat Indonesia (PDRI) Ustaz Farid Ahmad Okbah, Ustaz Ahmad Zain An-Najah dan Ustaz Anung Hamad.

Mereka ditangkap karena diduga terlibat tindak pidana terorisme. Ustaz Zain yang merupakan anggota Komisi Fatwa MUI disebut memiliki peran dalam Jamaah Islamiyah.

Hanya beberapa jam setelah itu, sekelompok netizen melambungkan tagar #bubarkanMUI. Salah satu yang melambungkan tagar itu adalah netizen pemilik akun @Gladislagiwoy.

"Pantes MUI ngotot minta Densus 88 dibubarkan… Ternyata sarang teroris juga… #bubarkanMUI #bubarkanMUI,” katanya.

Tudingan kalau para netizen itu adalah buzzerRp dikatakan pemilik akun @maspiyuaja.

“Kekhawatiran (Alm) Ustadz Tengku Zulkarnain yang kian terbukti. Gerombolan BuzzerRp serukan #bubarkanMUI,” katanya.

MUI menegaskan, penangkapan Ustaz Zain tak ada kaitannya dengan lembaga ini. MUI juga langsung menonaktifkan status kepengurusan ustaz tersebut.

“Dugaan keterlibatan yang bersangkutan dalam gerakan jaringan terorisme merupakan urusan pribadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan MUI,” demikian keterangan dari MUI yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI KH. Miftachul Akhyar dan Sekjen Amirsyah Tambunan.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani

Berita Terkait

Berita Rekomendasi