3
Netral English Netral Mandarin
13:37 wib
Timnas Indonesia U-23 akan berhadapan dengan Bali United dalam laga uji coba yang akan berlangsung hari ini. Pemerintah masih menganggap persoalan di tubuh Partai Demokrat yang berujung pada Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang merupakan persoalan internal partai.
Jelajah 10 Wisata Boyolali Terbaru yang Paling Populer, Ajak Teman dan Keluarga

Kamis, 28-January-2021 22:15

Wisata Boyolali Brwon Canyon
Foto : Sering Jalan
Wisata Boyolali Brwon Canyon
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM − Apabila jalan−jalan ke Provinsi Jawa Tengah, tidak ada salahnya bila mampir dan menjelajah ke berbagai wisata Boyolali. Boyolali sendiri merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, yang termasuk kawasan Solo Raya.

Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Semarang dan Kabupaten Grobogan di Utara; Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sukoharjo, dan Kota Surakarta (Solo) di Timur; Kabupaten Klaten dan Kabupaten Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta) di Selatan; serta Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang di Barat. 

Jangan sendirian saja apabila menjelajah wisata Boyolali, ajak juga sanak keluarga. Liburan dengan rekan kerja dan sahabat juga tidak kalah serunya. Pasalnya, di wisata Boyolali ada banyak objek wisata yang ramah keluarga, berbagai fasilitas umumnya juga memadai, dan harganya yang dijamin terjangkau dan tidak buat kantong Anda jebol.

Berikut ini 10 wisata Boyolali yang bisa menjadi rekomendasi liburan Anda, apabila datang ke Jawa Tengah. Mau wisata alam, wisata sejarah, wisata edukasi? Tenang, semuanya ada.

1. Watu Blerek

Watu Blerek (data wisata)

Wisata Boyolali pertama yang bisa Anda dan keluarga kunjungi adalah Watu Blerek. Wisata Boyolali ini lokasinya ada di Tegalseruni, Samiran, Selo, Dusun 1, Suroteleng, Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Tidak perlu khawatir dengan jam operasionalnya karena sudah buka sejak pagi pukul 9.00 sampai dengan pukul 19.00 WIB.

Wisata Boyolali yang satu ini memiliki konsep menyuguhkan pemandangan alam berupa perbukitan. Selain itu ada nuansa hamparan hutan hijau asri yang dekat Gunung Merapi. Dilihat dari konsepnya, wisata Boyolali ini tentu cocok digunakan sebagai lokasi swafoto (selfie).

Objek wisata Boyolali ini letaknya berada di jalur pendakian gunung Merapi dan Gunung Merbabu, setidaknya cocok sebagai lokasi wisata alternatif bagi para pendaki sekadar melepaskan rasa lelah serta dijadikan lokasi foto memanfaatkan latar belakang hutan asri dan area pegunungan.

Wisatawan juga bisa datang ke wisata Boyolali ini untuk berburu keindahan matahari terbit dan tenggelam lho. Lokasi yang berada di area pendakian gunung, jaraknya pun tergolong dekat hanya sekitar 4 kilometer saja.

Kalau Anda dibuat penasaran dengan keindahan alam wisata Boyolali yang satu ini, maka tunggu apalagi langsung saja meluncur ke Boyolali. Cukup sediakan saja tiket masuk sebesar Rp2.000 per orang, murah bukan? Harga tiket sedemikian murah, Anda sudah diperbolehkan berfoto-foto ria di deck view dengan memanfaatkan latar pemandangan alam Boyolali. 

2. Wisata Alam Sutra

Wisata Alam Sutra (facebook)

Wisata Boyolali lainnya yang bisa Anda dan keluarga kunjungi adalah Wisata Alam Sutra Selo. Eits, tapi berbeda dengan wisata alam sutera yang ada di Tangerang ya. Wisata Boyolali yang satu ini amat nge−hits di Boyolali, bahkan sempat viral di media sosial.

Wisata Boyolali ini lokasinya tidak jauh dari lokasi wisata petilasan Ki Ageng Kebo Kanigoro yang berada di satu kampung, yaitu Kampung Pojok, Desa Samiran, Kecamatan Selo. Dari kawasan wisata petilasan Ki Ageng Kebo Kanigoro hanya berjarak 500 meter ke wisata Alam Sutera Selo.

Wisata Boyolali yang satu ini menawarkan keindahan alam yang tidak biasa. Lokasi wisata alam Sutera Selo berada di tengah pertanian yang dikelilingi perbukitan nan hijau dan pemandangan alam yang indah. Ada juga hamparan aneka tanaman sayuran segar, yang di tengahnya dibangun sebuah menara, mirip menara Eiffel di Paris.

Berbeda dengan Menara Eiffel di Paris, menara di wisata Boyolali yang satu ini terbuat dari susunan bambu pilihan. Bambu dirangkai sedemikian rupa hingga menjadi  sebuah menara indah yang menjadi salah satu ikon terkenal.

Wisata Alam Sutra Selo berada tepatnya di Kampung Pojok, Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Tiket masuk ke area lokasi Wisata Alam Sutera Selo saat weekday dan weekend hanya Rp5.000 saja. Anda dan keluarga bisa puas menikmati keindahan dan pengalaman liburan yang menyenangkan.

3. Alun−Alun Boyolali

Patung Lembu Sora di Alun-Alun Boyolali (Facebook)

Wisata Boyolali yang jadi ciri khas lainnya adalah Alun-alun Boyolali. Lokasinya ada di Wonosari, Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Tentu alun−alun di suatu daerah menjadi destinasi yang sayang apabila dilewatkan bukan?

Beragam aktivitas bisa dilakukan di wisata Boyolali yang satu ini. Anda dan keluarga atau kerabat bisa berloahraga dengan jalan santai atau jogging di pagi atau sore hari. Merasa lapar? Anda bisa juga berwisata kuliner berbagai kudapan street food yang harganya sangat terjangkau.

Tidak hanya itu saja, Anda dan keluarga juga bisa melakukan aktivitas piknik dengan membawa bekal dan tikar. Tidak perlu khawatir bila membawa anak−anak, pasalnya di wisata Boyolali yang satu ini terdapat beberapa wahana permainan yang seru. Tidak ketinggalan berfoto di patung ikonik Lembu Sora.

Untuk mengakses wisata Boyolali ini tidak dibatasi usia, waktu atau kewarganegaraan. Semua orang bebas untuk berkunjung dan melakukan aktivitas di wisata Boyolali yang satu ini. Pengunjung atau warga sekitar tidak dipungut biaya untuk memasuki kawasan ini.

Salah satu landmark dari alun-alun tentu tulisan Alun-Alun Kidul yang biasa dijadikan jogging track. Selain dilewati untuk jogging, tulisan ini juga sangat instagrammable. Warnanya yang mencolok dengan ukuran besar, pasti menambah koleksi foto Anda menjelajah Indonesia.

4. Brown Canyon

Brown Canyon (Sering Jalan)

Bagi Anda yang ingin mencari wisata Boyolali yang menarik, sepertinya ini salah satu wisata Boyolali yang cocok. Namanya adalah Brown Canyon Boyolali. Lokasinya ada di area sawah/kebun, Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Wisata Boyolali yang satu ini sebenarnya bukanlah tempat wisata, melainkan perbukitan biasa, namun karena penambangan material yang dilakukan setiap hari selama bertahun-tahun akhirnya berubah wujud seperti layaknya Green Canyon yang ada di Amerika. Widih, keren banget kan!

Keindahan panorama alam yang eksotik membuat wisata Boyolali ini menjadi salah satu obyek wisata dan tempat yang terbaik bagi para pecinta fotografi. Bagaimana tidak, di wisata Boyolali ini terdapat tebing-tebing yang menjulang tinggi, dipadu dengan adanya pohon-pohon di puncaknya.

Pesonanya membuat wisata Boyolali yang satu ini memiliki pemandangan yang sangat menarik dan sayang untuk tidak dikunjungi. Selain itu, wisata Boyolali yang satu ini menjadi tantangan tersendiri karena para wisatawan dalam sepanjang perjalanan harus berhadapan dengan debu-debu.

Tapi tidak perlu khawatir, jika sudah sampai di wisata Boyolali ini, para wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan Brown Canyon yang eksotis.Tebing-tebing tinggi sewarna pasir memperindah panorama alam wisata Boyolali yang buka 24 jam ini. Beruntungnya, tidak ada pemberlakukan biaya tiket masuk memasuki kawasan ini.

5. Arjuna Wijaya Boyolali

Arjuna Wijaya (Perpustaan Umum Kab Boyolali)

Ini nih, salah satu wisata Boyolali lainnya yang populer banget, namanya Arjuna Wijaya Boyolali. Lokasinya ada di Jalan Semarang - Surakarta Nomor 171, Bayanan, Banaran, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Patung Arjuna Wijaya merupakan pelengkap Kota Boyolali selain Patung Sapi Raksasa. Patung ini dibangun pada 2015 bersamaan dengan pembangunan Kompleks Terpadu Pemkab Boyolali. Keberadaan patung ini melengkapi bangunan berarsitektur Belanda yang ada di kawasan Simpang Lima Boyolali, yaitu Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali.

Pembangunan Patung Arjuna Wijaya yang menjadi wisata Boyolali ini konon diilhami dari kisah Perang Baratayuda. Pada kisah perang tersebut, Arjuna melawan Adipati Karna yang merupakan saudara kandungnya dan pada akhirnya dimenangkan oleh Arjuna.

Patung Arjuna Wijaya ini merupakan simbol dari kemenangan, keberanian, pembela kebenarandan sifat ksatria dari Arjuna pada Perang Baratayuda. Patung ini dibuat dari perunggu dengan penyangga sangat kuat sehingga dapat menahan beban hingga 2 ton. Wow, kuat banget ya?

Keramaian kawasan Patung Arjuna Wijaya dan Simpang Lima tampak menjelang sore hingga malam hari. Cukup banyak anak muda yang nongkrong di kawasan ini sambil berfoto dan mengabadikan keindahan patung tersebut.

6. Agrowisata Sapi Perah Cepogo

Agrowisata Sapi Perah Cepogo (Ihategreenjello)

Wisata Boyolali lainnya yang bisa Anda kunjungi adalah wisata sapi perah. Argowisata Sapi Perah Cepogo adalah salah satu tempat wisata yang berada di Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah.

Wisata Boyolali yang satu ini wilayahnya berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dilihat dari ketinggian tempat seperti ini, sudah tentu temperatur udara di sekitarnya terasa sejuk. Untuk peternakan sapi perah sudah tentu dinilai sangat cocok.

Di wisata Boyolali ini, tumbuh kembang sapi perah dinilai bagus dan produktivitas susunya juga diakui tinggi. Soal kualitas susunya juga tidak perlu dipertanyakan dan diragukan lagi.

Setelah sampai di kawasan agrowisata, Anda bisa langsung menikmati kesegaran dan gurihnya susu sapi segar. Susu disediakan oleh pemilik warung susu segar yang ada di sekitar kawasan agrowisata.

Apabila beruntung, Anda juga bisa mencoba memerah susu dari sapinya langsung. Apakah Anda berani mencobanya? Kapan lagi kan wisata sambil minum susu segar biar sehat!

7. Candi Lawang

Candi Lawang (Jadwal Travel)

Bagi Anda yang bisa berbahasa Jawa tentu tidak asing mendengar kata “lawang”. Ya, arti dari “lawang” dalam bahasa Indonesia adalah pintu. Bagi Anda yang ingin berwisata sambil belajar sejarah, tentu Candi Lawang menjadi salah satu pilihannya.

Candi Lawang adalah sebuah candi Hindu yang terletak di Dusun Lawang, Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno dan dibangun pada abad ke-9. Wah, sudah lama sekali ya? Tentu keadaan dan situasinya saat ini membuat penasaran.

Wisata Boyolali yang satu ini memang tidak begitu besar, namun usianya sudah jelas tak bisa dibilang muda. Selain itu, suasana di sekitar wisata Boyolali ini cukup asri dengan dikelilingi pohon rindang. Tapi diakui butuh usaha keras untuk sampai ke wisata Boyolali ini karena lokasinya cukup jauh dari jalan raya.

Kompleks wisata Boyolali ini terletak di lingkungan yang berteras-teras berbatasan dengan pemukiman penduduk dan tebing-tebing yang tidak terlalu dalam. Di kompleks wisata Boyolali yang satu ini ditemukan lima struktur bangunan, yaitu candi induk, Candi Perwara I, Candi Perwara II, Candi Perwara III, dan Candi Perwara IV.

Di antara kelima struktur bangunan ini, candi induk memiliki struktur yang paling lengkap dan baik kondisinya. Pada candi induk masih dapat dijumpai batur, kaki, tubuh bawah dan pintu. Sementara itu, empat struktur bangunan lainnya hanya tersisa pondasi dan bagian alas bangunan. Mau membuktikannya? Langsung saja datang ke Boyolali ya.

8. Air Terjun Kedung Kayang

Air Terjun Kedung Kayang (Jogja Tour Travel)

Siapa sangka di wisata Boyolali juga ada air terjunnya, namanya Air Terjun Kedung Kayang. Lokasi wisata Boyolali ini ada di Desa Wonolelo Kedung Kayang, Nagrong, Wonolelo, Sawangan, Magelang, Jawa Tengah. Anda bisa berkunjung ke wisata Boyolali ini setiap hari dari pukul lima pagi hingga lima sore.

Asyik banget nih, lokasi destinasi wisata Boyolali bernuansa alam ini cukup strategis, yakni di antara Kabupaten Magelang dan Kabupaten Boyolali. Lokasi lebih tepatnya di Desa Wonolelo, Magelang, dan Desa Klakah, Boyolali.

Keindahan yang dimiliki wisata Boyolali yang satu ini adalah keeksotisan tempatnya, sehingga sangat cocok untuk mereka yang hendak mencari ketenangan. Wisata Boyolali ini juga amat terjaga kelestariannya, jadi jangan buang sampah sembarangan dan melakukan tindakan vandalisme ya.

Di wisata Boyolali yang satu ini, Anda dapat menyaksikan kegagahan Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, sehingga Anda tidak boleh kelewatan untuk bisa mengabadikan foto keindahan panorama.

Tak sampai di situ saja, sebab suasana alam begitu alami, sangat asri, dan tentunya memiliki hawa sejuk. Nah keadaan itu membuat siapa pun betah berlama-lama di wisata Boyolali yang satu ini.

Objek wisata Boyolali ini juga termasuk murah dalam hal biaya retribusinya, yakni hanya Rp6.000 saja per orang. Anda sudah bisa menikmati keindahan pesona air terjun dan menjelajahi destinasi wisata seru bersama teman. Biaya retribusi pengunjung nantinya masuk ke dana kas desa, sebagai biaya kebersihan atau penambahan fasilitas baru demi menambah kenyamanan pengunjung dalam berwisata.

9. Gunung Merbabu

Gunung Merbabu (Dictio Community)

Wisata Boyolali lain yang tidak kalah menarik adalah Gunung Merbabu. Gunung api ini bertipe strato. Secara administratif gunung ini berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah Barat dan Kabupaten Boyolali di lereng sebelah Timur dan Selatan, Kabupaten Semarang di lereng sebelah Utara, Provinsi Jawa Tengah.

Tahukah Anda, wisata Boyolali yang satu ini adalah gunung tertinggi nomor tiga di Jawa Tengah setelah Gunung Slamet dan Gunung Sumbing. Gunung berketinggian 3.145 mdpl ini berada di tiga kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Magelang, Boyolali, dan Semarang. Pintu masuk alias titik awal mendaki Gunung Merbabu juga bisa melalui tiga kabupaten tersebut. 

Diketahui ada lima jalur pendakian resmi yang dibuka untuk mendaki wisata Boyolali ini, di antaranya jalur Selo-Boyolali, Suwanting-Magelang, Wekas-Magelang, Cuntel-Semarang, dan Thekelan-Semarang. 

Cara pendaftarannya via online dan mudah. Ketua rombongan dapat mengakses situs tngunungmerbabu.org. Setelah mengisikan data semua anggota rombongan, pendaki akan mendapatkan kode unik registrasi untuk menjelajah wisata Boyolali ini.

Nah, kode unik registrasi ini dapat dipakai untuk mengecek atau mengubah data bila ada perubahan. Setelah itu, muncul formulir pendaftaran yang bisa di-save dan wajib dibawa saat registrasi ulang di loket pendaftaran di jalur pendakian Selo. Jadi sudahkah Anda dan kerabat siap untuk mendaki?

10. Candi Sari

Candi Sari Cepogo (kekunaan blog)

Ada lagi wisata Boyolali yang berupa candi, namanya Candi Sari Cepogo. Wisata Boyolali ini adalah sebuah candi Hindu yang terletak di Desa Gedangan, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah.

Wisata Boyolali ini berada di atas sebuah bukit kecil berketinggian 991 mdpl. Saat ini Candi Sari Cepogo hanya tersisa bagian pondasi dan beberapa peninggalan lainnya. Nama candi ini memiliki kesamaan dengan candi di Kabupaten Sleman, yakni Candi Sari. Namun, Candi Sari yang berada di Sleman adalah sebuah candi Buddha.

Wisata Boyolali ini mudah dikenali dengan empat patung stupa pada setiap ujungnya. Durga, Ganesha, dan Agastya menjadi arca-arca yang menghiasi candi ini. Selain tiga arca tersebut, terdapat pula arca Nandi yang merupakan sapi kendaraan Dewa Shiwa. Hmmm, belum bisa terbayang ya bila belum langsung ke lokasinya? Yuk, langsung buktikan sendiri.

Oh iya, untuk menikmati keindahan wisata Boyolali ini, Anda tidak perlu membayar tiket masuk lho. Jadi Anda dan keluarga bisa berkeliling, sambil melihat−lihat pesona wisata sejarah dari Candi Sari ini.

Wisata Boyolali ini juga ternyata dibangun di bukit yang lebih tinggi dari jalanan di sekitar. Berlatar belakang Gunung Merapi dan Merbabu, wisata Boyolali ini panjangnya sekitar empat meter, dengan tinggi satu meter.

Jadi, sudahkan Anda bersama keluarga dan kerabat menentukan destinasi wisata Boyolali yang akan dikunjungi? Semoga beberapa rekomendasi tadi bisa sedikit membantu Anda menentukan pilihan wisata Boyolali yang akan dikunjungi.

Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kebersihan di manapun Anda, keluarga, dan teman−teman berwisata ya. Selain itu, jangan juga meninggalkan jejak seperti melakukan tindakan vandalisme yang akan merusak keaslian dan keindahan wisata Boyolali. Selamat menjelajah Boyolali.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : YC Kurniantoro