Netral English Netral Mandarin
11:57wib
Publik dihebohkan dengan ucapan selamat hari raya dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada umat Baha'i. Video itu jadi sorotan karena Baha'i bukan salah satu dari enam agama yang diakui negara. Menaker Ida Fauziyah menyatakan karyawan dengan gaji di atas Rp 3,5 juta tetap bisa mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 1 juta.
Jelang Vonis HRS, Pengacara Sebut Kasus Covid-19 Meledak untuk Alihkan Isu? Ade Armando: Dungu Tak Terbatas

Selasa, 22-Juni-2021 09:38

Habib Rizieq Shihab
Foto : Pikiran Rakyat
Habib Rizieq Shihab
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ade Armando menanggapi pernyataan pengacara Habib Rizieq Shihab yang mempertanyakan mengapa kasus Covid-19 meledak menjelang vonis pengadilan. 

“Pengacara Rizieq bilang dia heran kok kenaikan angka Covid terjadi saat pengadilan akan menjatuhkan vonis terhadap Rizieq,” kata Ade Armando, Selasa 22 Juni 2021.

“Maksud dia, kenaikan angka Covid itu pengalihan isu? Dungu tak terbatas,” kata Ade.

Untuk diketahui, beberapa pekan terakhir ini, angka positif Covid-19 di Jakarta naik drastis. Kenaikan yang signifikan angka positif tersebut diduga merupakan klaster dari mudik lebaran Idhul Fitri.

Menanggapi kenaikan Covid-19 di Indonesia, pengacara Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar menilai ada yang janggal di tengah naiknya angka positif Covid-19.

Pasalnya kenaikan virus yang berasal dari Wuhan, China itu seperti di momen-moment tertentu. Seperti halnya di momen musim haji dan sidang vonis Habib Rizieq.

“Covid naik pas mau vonis ulama dan dan haji. Enak ya bisa atur covid sesukanya,” kata Aziz dalam keterangannya, Jumat (18/6/2021).

Namun, kata Aziz, anehnya kenaikan positif Covid-19 itu tak berlaku di Pilkada 2020 dan di setiap nikahan anak para pejabat.

“(Anehnya) Covid ilang pas ada Euro 2020/2021, Pilkada, dan nikahan pejabat,” ujarnya dinukil Pojoksatu.

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah beberapa pekan terakhir ini penambahan kasus positif COVID-19 di Jakarta mengalami kenaikan berada di kisaran 2.000, Kamis ini kabar tidak mengenakan terjadi dengan dilaporkannya ada penambahan kasus di atas 4.000, yakni 4.144 kasus.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta di laman corona.jakarta.go.id penambahan kasus positif Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) di Jakarta pada tanggal 17 Juni 2021 sebanyak 4.144 kasus ini, merupakan hasil dari pemeriksaan usap (swab test PCR) pada sehari sebelumnya yakni pada Rabu (16/6).

Untuk data tes PCR pada 16 Juni 2021 yang masuk pada hari Kamis ini, memiliki rincian dilakukan tes pada 23.913 spesimen, di mana dari jumlah tes tersebut, sebanyak 16.499 orang adalah yang baru dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 4.144 positif dan 12.355 negatif.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli